Page 48 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 FEBRUARI 2020
P. 48

Pihaknya berjanji bahwa hak-hak buruh lainnya tidak akan terpangkas dalam draf
               RUU Cipta Kerja yang telah disusun pemerintah. Itu sekaligus menampik adanya
               kabar bahwa pemerintah hanya mengatur pesangon lima kali gaji untuk buruh yang
               terkena PHK.

               Menurut Airlangga, besaran pesangon PHK tetap disesuaikan dengan aturan yang
               ada sebelumnya. "Kalau pesangon tetap dengan regulasi yang berlaku. Jadi ini
               beda, on top'' imbuhnya.

               Di bagian lain, serikat pekerja tetap tegas menolak RUU Cipta Kerja disahkan.
               Alasan utamanya, regulasi tersebut tidak pro pekerja. Sikap tersebut kembali
               ditegaskan melalui aksi demo ribuan pekerja di depan gedung DPR-MPR kemarin.

               Sekjen DPP KEP Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Subiyanto mengatakan
               bahwa pemerintah benar-benar menutup pintu dialog. Tidak ada transparansi
               hingga draf diserahkan ke DPR. "Kalau pemerintah tidak mau diajak dialog, tidak
               ada jalan lain. Kita siapkan amunisi. Kita lakukan gerakan mogok nasional, keluar
               dari pabrik," tegasnya dalam orasi.

               Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit-Serikat Pekerja
               Seluruh Indonesia (FSP TSK SPSI) Roy Jinto menambahkan, banyak alasan buruh
               tegas menolak RUU tersebut. Salah satunya soal rencana pesangon yang bakal
               dipangkas. Dari informasi yang diperoleh, pesangon akan dipangkas dari 36 menjadi
               19 kali gaji saja. "Pesangon dikurangi. Gaji kecil. Kalau DPR setuju membahas ini,
               tewaslah nasib anak cucu kita," tegasnya.

               Meski tidak ikut turun ke jalan, Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) juga
               menolak adanya pemanis sebagai kompensasi skema baru pesangon. Kompensasi
               itu ditengarai sebagai balasan atas berkurangnya besaran pesangon nanti.

               Sekjen OPSI Timboel Siregar menilai skema pemanis tersebut tidak jelas. Seolah
               hanya menutupi penurunan pesangon.




























                                                       Page 47 of 177.
   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53