Page 44 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 FEBRUARI 2020
P. 44

Title          OMNIBUS LAW CIPTAKER UBAH SKEMA PESANGON
               Media Name     investor.id
               Pub. Date      13 Februari 2020
               Page/URL       https://investor.id/business/omnibus-law-ciptaker-ubah-skema-pesangon
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive










               JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
               menyatakan, Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) akan mengatur pemberian fasilitas
               pemanis ( sweetener ) dengan nilai lima kali gaji bagi seluruh pekerja resmi sebagai
               kompensasi atas pemutusan hubungan kerja (PHK). Sementara itu, pesangon bagi
               pekerja yang terkena PHK masih tetap ada, namun dengan skema yang berbeda.

               "Dengan ditandatanganinya perjanjian undang-undang (Ciptaker) nanti, tenaga
               kerja dapat sweetener. Sweetener berlaku untuk semua pekerja yang resmi dan
               untuk perusahaan besar, bukan perusahaan kecil. Perusahaan besar," ujar Airlangga
               usai penyerahan surat presiden (surpres), draf, dan naskah akademik Rancangan
               Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) kepada DPR RI, di
               Kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu (12/2).

               Ia mengatakan, adanya skema sweetener ini tidak menghapus pemberian pesangon
               bagi para pekerja yang terkena PHK. Pesangon akan tetap ada berdasarkan undang-
               undang yang berlaku. "Kalau pesangon tetap dengan regulasi yang berlaku. Jadi, ini
               beda on top ," ucap Airlangga tanpa menjelaskan lebih detail ketentuan pemberian
               fasilitas pemanis tersebut.

               Senada dengan Airlangga, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah
               mengatakan, pesangon tetap diberikan, namun dengan skema yang berbeda. Pada
               saat yang sama, sweetener juga diberikan untuk pekerja sebanyak satu kali.
               "Pemberian sweetener juga dilakukan dengan perhitungan berdasarkan formulanya.

               Sweetener itu menjadi bagian dari kompensasi PHK. Tetapi diberikan sebagai
               penghargaan," ucap Ida.

               Menaker mengatakan, regulasi tentang sweetener ini hanya diberlakukan untuk
               perusahaan besar. Sehingga tidak berlaku untuk usaha mikro, kecil, dan menengah
               (UMKM). Namun, hal ini masih akan diatur lagi dalam penyusunan Omnibus Law
               Cipta Kerja. Ida menyampaikan, regulasi diatur agar tidak memberatkan salah satu
               pihak baik pemerintah maupun pengusaha."Ini memang sudah dikomunikasikan.
               Tidak semua perusahaan mampu. Makanya perusahaan kecil menengah tidak
               terkena beban ini," ucap Ida.

               Ida tidak menampik, saat Omnibus Law Cipta Kerja ini diberlakukan mungkin jumlah
               pesangon akan berkurang. Namun hal tersebut akan terkompensasi melalui cash



                                                       Page 43 of 177.
   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49