Page 89 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 FEBRUARI 2020
P. 89

Title          PEMERINTAH BENTUK TIM KONSULTASI OMNIBUS LAW CILAKA, KSPI TOLAK BERGABUNG
               Media Name     kumparan.com
               Pub. Date      13 Februari 2020
                              https://kumparan.com/kumparanbisnis/pemerintah-bentuk-tim-konsultasi-o mnibus-law-
               Page/URL
                              cilaka-kspi-tolak-bergabung-1spZjBPTmvw
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative













               Pemerintah membentuk Tim Konsultasi Publik RUU Omnibus Law Cilaka yang kini
               disebut sebagai Rancangan Undang-Undang Tentang Cipta Kerja. Hal itu dituangkan
               dalam Keputusan Menko Perekonomian Nomor 121 Tahun 2020 tentang Tim
               Koordinasi Pembahasan dan Konsultasi Publik Substansi Ketenagakerjaan
               Rancangan Undang-Undang Tentang Cipta Kerja.

               Dalam Kepmen yang ditetapkan tanggal 7 Februari 2020 tersebut, pemerintah
               mengajak keterlibatan pengusaha sampai para serikat buruh untuk membahas,
               konsultasi, penyiapan, sampai penyusunan terkait rencana pelaksanaan UU cipta
               kerja.

               Namun, Kepmen yang dikeluarkan Airlangga itu dianggap tetap tidak bisa mewadahi
               keinginan buruh. Sehingga Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang ikut
               diajak membahas masalah tersebut menolak untuk bergabung.

               "Menko Perekonomian membuat tim semacam tim sosialiasi melibatkan pemerintah,
               serikat buruh, dan pengusaha. Sikap dari KSPI menolak masuk tim itu," kata Ketua
               Departemen Komunikasi dan Media KSPI, Kahar S. Cahyono saat dihubungi
               kumparan, Kamis (13/2).

               Kahar mengatakan selama ini pemerintah diam-diam saja dalam menyusun draft
               omnibus law cipta kerja. Ia merasa dengan mengeluarkan Kepmen tersebut,
               pemerintah hanya sekadar formalitas saja dalam melibatkan serikat buruh.

               "Kami khawatir karena sejak awal proses pembahasannya tertutup kan dalam
               proses penyusunan draftnya. Kami khawatir ini hanya semacam formalitas akhirnya,
               bahwa seolah-olah sudah diajak bicara, seolah-olah sudah melibatkan serikat buruh
               tapi secara hanya semacam prosedur formal gitu," ujar Kahar.

               Kahar juga mempertanyakan barometer atau pertimbangan sebuah serikat pekerja
               bisa diajak bergabung dalam tim untuk membahas UU tersebut. Ia menuturkan
               banyak serikat pekerja yang tidak masuk dalam tim tersebut. Ia khawatir kondisi itu
               malah bisa memecah belah perkumpulan para pekerja.





                                                       Page 88 of 177.
   84   85   86   87   88   89   90   91   92   93   94