Page 101 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 MARET 2020
P. 101
Pada pertengahan 2018, Anindia sepenuhnya mendukung kedua kelompok teror
itu. JAD, jaringan ekstremis Indonesia yang bertanggung jawab atas beberapa
serangan.
JAD membiayai kegiatannya melalui "amal keagamaan" dengan donasi yang
dipublikasikan di media sosial.
Anindia menyumbang ke dua badan amal ini, mengirimkan 50 dolar Singapura
langsung ke satu badan amal dan 80 dolar Singapura melalui teman-temannya.
Sebelum Anindia, ada Retno Hernayani yang divonis selama 18 bulan penjara pada
bulan lalu, kemudianTurmini yang mendapat vonis tiga tahun sembilan bulan.
Ketiganya adalan WNI yang saat ini tengah menghadapi pengadilan Singapura atas
keterlibatannya dalam jaringan terorisme.
Jaksa sebelumnya menuntut hukuman penjara dua tahun karena Anindia adalah
bagian dari kelompok asisten rumah tangga pertama di Singapura yang didakwa
dan dihukum karena pendanaan terorisme, melansir Anadolu, Jumat (6/3).
Jaksa mengatakan bahwa ancaman terorisme adalah masalah keamanan utama di
Singapura. Hukuman yang berat adalah pesan yang kuat untuk untuk mencegah
orang yang berpikiran sama yang ingin mendukung terorisme melalui sarana
keuangan.
Hakim Distrik Ong Luan Tze mengatakan: " Singapura tidak bisa mentolerir segala
bentuk bantuan untuk terorisme dan saya setuju bahwa ... pencegahan harus
diterapkan dengan kekuatan tanpa kompromi dalam kasus Anda." EDITOR: RENI
ERINA
Page 100 of 192.

