Page 143 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 MARET 2020
P. 143
Title OMNIBUS LAW RUU CIPTA KERJA, ANTARA KEPENTINGAN INVESTOR DAN PERBUDAKAN
MODERN
Media Name kompas.com
Pub. Date 06 Maret 2020
Page/URL https://nasional.kompas.com/read/2020/03/06/07360811/omnibus-law-ruu-c ipta-kerja-
antara-kepentingan-investor-dan-perbudakan
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Omnibus law RUU Cipta Kerja yang diusulkan pemerintah terus mendapatkan
penolakan dari publik. Serikat buruh hingga mahasiswa ramai-ramai menyatakan
penolakannya.
Mereka menilai RUU Cipta Kerja terlalu berpihak pada investor dan justri
meminggirkan kepentingan masyarakat. Pasal-pasal di dalam RUU Cipta Kerja yang
terdiri atas 79 undang-undang dan 11 klaster dianggap bermasalah.
Setelah surat presiden dan draf RUU Cipta Kerja diterima DPR pada Rabu
(12/2/2020), pembahasan bersama pemerintah belum juga dimulai. DPR terkesan
menunda-nunda pembahasan di tengah hujan kritik RUU Cipta Kerja.
Kepentingan investor
Peneliti Pusat Studi Konstitusi ( Pusako) Fakultas Hukum Universitas Andalas Charles
Simabura mengatakan, omnibus law RUU Cipta Kerja hanya menitikberatkan pada
kepentingan ekonomi.
Menurut Charles, tidak ada pertimbangan keadilan dan kesejahteraan sosial dalam
rancangan undang-undang tersebut.
"Ketika kita melihat bagian penjelasannya sangat ekonomisentris, bukan
kesejahteraan. Jadi hanya bicara pertumbuhan ekonomi tanpa bicara keadilan sosial
dan kesejahteraan," kata Charles di kantor Kode Inisiatif, Tebet, Jakarta, Kamis
(5/3/2020).
Ia menilai kemudahan dalam aspek ekonomi yang diatur dalam RUU Cipta Kerja
diberikan kepada pengusaha atau pemilik modal.
Sementara kepentingan masyarakat justru terpinggirkan.
"Kemudahannya bukan bagi warga negara yang minim akses terhadap sumber daya
alam atau sumber daya ekonomi. Kemudahan diberikan justru kepada pemilik
modal, kepada asing, dalam rangka mengundang investor lebih banyak. Jadi bukan
kita mudah mencari kerja," tutur dia.
Charles menyoroti soal status hubungan kerja kontrak yang tidak dibatasi.
Page 142 of 192.

