Page 145 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 MARET 2020
P. 145

Salah satunya, para pekerja dihadapkan dengan ketidakpastian karena status
               hubungan kerja kontrak tidak dibatasi.


               "Indonesia akan melahirkan generasi pekerja muda yang rentan dan juga mudah
               dieksploitasi dalam kondisi kerja yang buruk. Ketika mereka masuk dalam dunia
               kerja, mereka akan dihadapkan dengan sebuah ketidakpastian dalam bentuk status
               hubungan kerja yang kontrak," ujar Ikhsan.


               Inkonstitusional

               Di sisi lain, Konstitusi dan Demokrasi (Kode) Inisiatif menyatakan ada 31 pasal
               inkonstitusional dalam draf omnibus law RUU Cipta Kerja.

               Koordinator Bidang Konstitusi dan Ekonomi Kode Inisiatif Rahmah Mutiara
               mengatakan, sifat inkonstitusional itu disebabkan pemerintah tidak mengindahkan
               putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang berkaitan dengan pasal-pasal tersebut.

               "Kode Inisiatif mencatat, terdapat 31 putusan MK yang tidak diindahkan oleh
               pemerintah dalam menyusun substansi RUU Cipta Kerja," kata Rahmah.

               Kode Inisiatif membagi ketidakacuhan pemerintah terhadap putusan MK itu dalam
               tiga kategori. Pertama, putusan MK tidak ditindaklanjuti.

               Kedua, tindak lanjut terhadap putusan Mk bersifat parsial atau hanya sebagian yang
               diakomodasi dalam RUU Cipta Kerja.

               Ketiga, pasal yang telah dibatalkan MK karena dianggap bertentangan dengan UUD
               1945 dihidupkan kembali.

               Kode Inisiatif pun menyampaikan tiga rekomendasi kepada DPR dan pemerintah
               terkait penyusunan RUU Cipta Kerja.


               Pertama, kata Rahmah, pemerintah dan DPR harus membuka pintu seluas-luasnya
               untuk mempertimbangkan aspirasi publik.


               Berikutnya, DPR dan pemerintah mesti mengkaji secara komprehensif implikasi dari
               semua aturan yang dinormakan di dalam RUU Cipta Kerja.


               Terakhir, Rahmah menyebutkan DPR dan pemerintah harus benar-benar
               memerhatikan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) demi memastikan
               konstitusionalitas RUU Cipta Kerja.


               "Presiden dan DPR harus menjunjung tinggi nilai-nilai konstitusi dan memastikan
               konstitusionalitas materi muatan dalam RUU Cipta Kerja mengakomodasikan
               tafsiran-tafsiran konstitusional MK," kata Rahmah.










                                                      Page 144 of 192.
   140   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150