Page 49 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 MARET 2020
P. 49

Title          APKASI DUKUNG OMNIBUS LAW CIPTAKER DAN BERI CATATAN
               Media Name     cnnindonesia.com
               Pub. Date      07 Maret 2020
                              https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200307023950-20-481315/apkasi- dukung-
               Page/URL
                              omnibus-law-ciptaker-dan-beri-catatan
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive









               Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI)
               Abdullah Azwar Anas memberi catatan mengenai Omnibus Law RUU Cipta Kerja
               (Ciptaker) yang dalam waktu dekat bakal digodok di DPR. Hal itu ia katakan usai
               bertemu dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di Kantor Pusat
               Kemendagri, Jakarta Pusat, Jumat (6/3). Azwar mengatakan pihaknya mendukung
               langkah pemerintah pusat menyusun Omnibus Law tersebut, namun dengan sejumlah
               catatan.

               Anas menilai Omnibus Law Cipta Kerja bisa mengangkat peluang terbukanya investasi
               di daerah yang berguna untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran.

               "Tetapi secara umum prinsip Pemda ingin memberikan dukungan, selama itu
               memberikan cipta lapangan kerja yang luas dan memberikan ruang yang seluas-luasnya
               bagi masyarakat. (agar masyarakat) jauh lebih bagus atau lebih sejahtera," kata Anas.

               Tak hanya itu, Anas menyatakan RUU itu memiliki dampak langsung terhadap
               penyelenggaraan pemerintahan daerah dan meningkatkan perekonomian di daerah.
               Omnibus law Cipta Kerja, kata dia, diyakinii mampu mempercepat pertumbuhan
               investasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh daerah. Tak hanya
               itu, regulasi itu turut mencoba mendorong penyederhanaan perizinan, investasi,
               perlindungan usaha, serta kemudahan usaha di daerah.

               "Dan beliau [Tito] tadi akan mengajak APKASI untuk melakukan pembahasan terkait
               dengan substansi dari Omnibus Law, karena pasalnya sangat banyak, dan ini tidak bisa
               kita baca (dan) kita pahami sendiri." kata dia.


               Meski demikian, Anas menyatakan pihaknya mengaku akan tetap melakukan
               pendalaman terhadap RUU tersebut. Terutama mendalami terkait pasal-pasal yang
               dinilai kontroversial dalam regulasi tersebut. Diketahui, beberapa serikat pekerja
               menyoroti pasal-pasal kontroversial dalam RUU tersebut. Diantaranya soal upah
               minimum yang berpotensi berkurang bagi buruh tingkat kabupaten/kota dan ketentuan
               kerja kontrak.


               "Kita belum sampai ke subtansi itu (per pasal), akan kita bahas bersama dengan
               dijembatani oleh Pak Mendagri dengan Pak Menko, nanti akan dilakukan pendalaman,"
               kata dia.

                (rzr/ain).





                                                       Page 48 of 192.
   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54