Page 160 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 NOVEMBER 2021
P. 160

Judul               DPRD Kalsel Sanggupi Tuntutan Buruh, UMSP Akan Naik!
                Nama Media          rctiplus.com
                Newstrend           Upah Minimum 2022
                Halaman/URL         https://www.rctiplus.com/news/detail/nasional/1700504/dprd-kalsel-
                                    sanggupi-tuntutan-buruh-umsp-akan-naik
                Jurnalis            Nasional
                Tanggal             2021-11-10 17:29:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 17.500.000
                News Value          Rp 52.500.000
                Kategori            Ditjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Positif



              Ringkasan

              Sejumlah buruh yang berunjuk rasa di DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) bisa bernapas lega.
              Pasalnya, dari hasil audiensi, DPRD Kalsel menyanggupi semua tuntutan para buruh. Tuntutan
              utama para buruh adalah meminta pemerintah setempat menaikkan upah minimum sektoral
              (UMSP)  provinsi  tahun  2022.  DPRD  Kalsel  menyatakan  UMSP  2021  akan  naik,  kata  Ketua
              Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesi (FSPMI) Kalsel, Yoeyoen Indharto, ditemui usai audiensi.


              DPRD KALSEL SANGGUPI TUNTUTAN BURUH, UMSP AKAN NAIK!

              apahabar.com, BANJARMASIN Sejumlah buruh yang berunjuk rasa di DPRD Kalimantan Selatan
              (Kalsel)  bisa  bernapas  lega.  Pasalnya,  dari  hasil  audiensi,  DPRD  Kalsel  menyanggupi  semua
              tuntutan para buruh.

              Tuntutan utama para buruh adalah meminta pemerintah setempat menaikkan upah minimum
              sektoral (UMSP) provinsi tahun 2022. DPRD Kalsel menyatakan UMSP 2021 akan naik, kata Ketua
              Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesi (FSPMI) Kalsel, Yoeyoen Indharto, ditemui usai audiensi.

              Namun, kata Yoeyoen, pihaknya akan terus melakukan pengawalan terhadap hal tersebut. Kita
              harap naiknya tidak di bawah 3 persen. Itu abal-abal. Minimal 5-6 persen, kata Yoeyoen. Apabila
              naiknya di bawah 3 persen, Yoeyoen bilang pihaknya akan melakukan aksi.

              Di dewan pengupahan provinsi itu ada perwakilan kita duduk di sana. Kalau sampai kenaikan di
              bawah 3 persen kami akan walkout, katanya.

              Lebih jauh, kata Yoeyoen, DPRD Kalsel juga menyatakan siap mengawal kasus-kasus lain yang
              dirasa merugikan buruh, tekhusus kasus BPJS Kesehatan.

              Sebelumnya,  puluhan  buruh  menggeruduk  Kantor  DPRD  Kalimantan  Selatan  (Kalsel),  Rabu
              (10/11).

              Mereka yang berunjuk rasa adalah buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI)
              Kalsel dan Federasi Serikat Perkebunan Rajawali (FSP-BUN Rajawali).
                                                           159
   155   156   157   158   159   160   161   162   163   164   165