Page 381 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 NOVEMBER 2021
P. 381
Bertepatan dengan memperingati Hari Pahlawan, aksi yang dilakukan ratusan pekerja ini guna
menolak usulan Upah Minimum Kota ( UMK ) Batam tahun 2022 yang akan diusulkan dalam
pembahasan Upah Minimum Provisi (UMP) Kepulauan Riau.
Tidak hanya meneriakkan penolakan usulan UMK tersebut, hal menarik terjadi dalam aksi unjuk
rasa tersebut. Salah satunya mengajak para anggota Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Batam
untuk bergabung ke serikat FSPMI.
"Jangan takut, di dalam undang-undang kita memiliki hak untuk menentukan hidup kita sendiri,"
tegas Panglima Garda Metal FSPMI Batam, Suprapto.
Dalam orasinya tersebut, Suprapto menegaskan bahwa ajakan tersebut ditujukan bagi para
anggota Satpol PP karena masih berstatus kontrak. Pihak serikat melihat bahwa penghasilan
yang diterima juga masih dibawah UMK Kota Batam.
"Saya tahu kalian yang masih berstatus kontrak, gajinya masih di bawah UMK. Jangan takut
untuk bergabung ke kami, kami siap sama-sama berjuang bersama kalian," lanjutnya.
Tidak hanya mengajak para anggota Satpol PP untuk bergabung ke dalam serikat, massa pekerja
juga memperhatikan salah satu pekerja yang tengah melakukan pengecatan gedung Pemko
Batam. Pantauan di lokasi, adapun satu pekerja yang dimaksud terlihat tengah berada di lantai
4.
“Pemerintah sebagai contoh, malah membiarkan pekerjanya tidak menggunakan savety saat
bekerja,” tegas Suprapto.
Pernyataan Suprapto itu mendapat perhatian khalayak di lokasi.
“Seharusnya pemerintah memberikan contoh, mana itu K3 nya,” ucapnya lagi.
Untuk diketahui, kedatangan ratusan pekerja itu menuntut pemerintah menaikkan UMK /UMSK
2022 sebesar 10 persen, memberlakukan UMSK 2021, mencabut omnibus law - UU Cipta Kerja,
PKB Tanpa omnibus law, buat penambahan PHI di Kota Batam, kontrol harga sembako, evaluasi
pengawasan K3, bebaskan PCR untuk yang sudah vaksin, bebaskan antigen untuk pencari kerja,
segera wujudkan pembangunan BLK di Batam dan pekerjakan kembali Zulkarnaen (Scheneider
Batam). Kontributor : Partahi Fernando W. Sirait
380

