Page 411 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 NOVEMBER 2021
P. 411

instruksi wali kota maupun bupati. Paling tinggi bobotnya yatu Perda. Nanti juga akan dilihat,
              seberapa besar cakupan coverage aturannya. Adanya regulasi akan ikut mendorong perusahaan-
              perusahaan  agar  semakin  sadar,''  ujarnya  di  sela-sela  sosialiasi  penghargaan  jaminan  sosial
              ketenagakerjaan  (Paritrana  Award)  2021,  di  Gumaya  Tower  Hotel  Semarang,  Selasa
              (9/11/2021).

              Berdasarkan data yang ada, jumlah angkatan kerja di Jawa Tengah per Agustus 2021 tercatat
              berjumlah 17.536.934 tenaga kerja.

              Sementara  untuk  cakupan  tenaga  kerja  yang  terdaftar  menjadi  peserta  Jamsostek  baru
              mencapai 2.924.520 orang atau 17 persen, sehingga masih ada kekurangan sebesar 14.612.414
              tenaga  kerja  yang  belum  tercakup  dan  mendapatkan  perlindungan  jaminan  sosial
              ketenagakerjaan.

              ''Kondisi  saat  ini  di  Indonesia,  khususnya  Jawa  Tengah  juga  tengah  mendapatkan  bonus
              demografi. Dimana jumlah angkatan kerja usia muda juga cukup besar, sehingga perlindungan
              jaminan sosial ketenagakerjaan bila tidak didorong dengan baik, pada akhirnya bisa menjadi
              beban bagi pemerintah. Untuk itu, nantinya ini juga akan menjadi salah satu persyaratan yang
              harus dipenuhi perusahaan saat mengurus izin-izin di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan
              Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP),'' terang dia.

              Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno menyampaikan, jika pelaku usaha dan
              stake  holder  terkait  memang  sudah  seharusnya  memiliki  kewajiban  untuk  melindungi  para
              pekerjanya.  Salah  satunya  dengan  mendaftarkan  pekerjanya  menjadi  peserta  jaminan  sosial
              ketenagakerjaan.

              Pemprov  Jateng  akan  ikut  mendukungnya  dengan  berkontribusi  untuk  mensyaratkan  setiap
              perusahaan yang akan mengurus perizinan di DPMPTSP Jateng, harus memberikan perlindungan
              kepada  setiap  pekerjanya.  Ini  termasuk  salah  satu  bentuk  usaha  Pemprov  Jateng  untuk
              mendorong pelaku usaha, agar mereka memperhatikan para pekerjanya dengan memberikan
              perlindungan kerja.
              ''Sementara  untuk  non  ASN  Pemprov  Jateng,  pada  2022  telah  dialokasikan  anggaran  untuk
              jaminan  sosial  ketenagakerjaan.  Anggaran  secara  total  diperkirakan  mencapai  sekitar  Rp18
              miliar, karena memang jumlah tenaga non ASN di Jawa Tengah tergolong banyak. Terutama
              bagi tenaga pendidik dan guru-guru serta tenaga kesehatan,'' papar dia.




























                                                           410
   406   407   408   409   410   411   412   413   414   415   416