Page 153 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 FEBRUARI 2020
P. 153
Title KEMENAKER: MODAL DISETOR UNTUK LINDUNGI PEKERJA MIGRAN INDONESIA
Media Name antaranews.com
Pub. Date 20 Februari 2020
https://www.antaranews.com/berita/1309934/kemenaker-modal-disetor-untu k-lindungi-
Page/URL
pekerja-migran-indonesia
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Pemerintah diwakili Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker)
menyatakan persyaratan modal disetor sebesar Rp5 miliar dan deposito jaminan
Rp1,5 miliar Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) untuk
jaminan perlindungan pekerja migran Indonesia.
Dalam sidang uji materi UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja
Migran Indonesia di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis, Plt. Dirjen
Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kemenaker
Aris Wahyudi mengatakan bahwa besaran modal dan deposito jaminan dapat
dievaluasi sesuai dengan inflasi dan kebutuhan penyelesaian permasalahan.
Deposito uang jaminan di antaranya untuk biaya penyelesaian perselisihan atau
sengketa calon pekerja migran Indonesia atau pekerja migran Indonesia dengan
P3MI, khususnya apabila calon/pekerja migran Indonesia tidak ditanggung jaminan
sosial.
"Contoh kasus pada tahun 2017 oleh PT Lentera Bunga Bangsa Sejati membutuhkan
dana penanganan kasus sebesar Rp622,5 juta," tutur Aris Wahyudi.
Untuk itu, pemerintah menilai keberatan pemohon atas modal disetor serta deposito
jaminan tidak beralasan karena sejauh ini sebanyak 331 P3MI telah melaksanakan
persyaratan untuk mendapatkan Surat Izin Perusahaan Penempatan Pekerja Migran
Indonesia (SIP3MI).
"Yang telah memenuhi persyaratan, termasuk P3MI milik pemohon, Saudara Saiful
Mashud," kata dia.
Adapun Asosiasi Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (Aspataki )
mengajukan uji materi Pasal 54 Ayat (1) Huruf a dan Huruf b, Pasal 82 Huruf a dan
Pasal 85 Huruf a Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan
Pekerja Migran Indonesia karena keberatan dengan persyaratan modal disetor serta
deposito jaminan.
Menurut pemohon, uang sejumlah Rp5 miliar bukanlah jumlah yang dapat dijangkau
oleh setiap entitas, termasuk oleh P3MI karena volume kegiatan P3MI menurun
selama terjadinya kelesuan perekonomian global.
Pewarta: Dyah Dwi Astuti Editor: D.Dj. Kliwantoro COPYRIGHT (c)2020 .
Page 152 of 174.

