Page 88 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 FEBRUARI 2020
P. 88
Title MENAKER BEBERKAN ASAL MUASAL RUU CIPTA KERJA DIKEBUT
Media Name detik.com
Pub. Date 20 Februari 2020
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/4907462/menaker-beberk an-asal-
Page/URL
muasal-ruu-cipta-kerja-dikebut
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah membeberkan pertimbangan
pemerintah membentuk Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta
Kerja. Salah satu latar belakangnya mengingat produktifitas pekerja dalam negeri
selama ini dinilai kurang maksimal.
Rendahnya kualitas produktivitas tenaga kerja dalam negeri dianggap para pelaku
usaha tak sebanding dengan peningkatan upah minimum yang terus naik setiap
tahunnya.
Salah satu keluhan datang dari perusahaan asal Jepang. Berdasarkan rilis survei
terbaru Japan External Trade Organization (JETRO) terkait kondisi bisnis perusahaan
Jepang di Asia dan Oceania dinyatakan bahwa sebanyak 55,8% perusahaan yang
disurvei menyatakan ketidakpuasannya terhadap produktivitas tenaga kerja
Indonesia bila dibandingkan dengan upah minimum yang dibayarkan.
"Menurut rilis survei JETRO, disimpulkan bahwa tingkat ketidakpuasan tersebut jauh
lebih tinggi dari rerata negara-negara di Asia Tenggara yang hanya 30,6%. Bahkan
tingkat ketidakpuasan Kamboja masih di atas Indonesia dengan 54,6%," ujar Ida
saat membuka Rapat Koordinasi Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi se-
Indonesia Tentang RUU Cipta Kerja Substansi Ketenagakerjaan di Hotel Royal
Kuningan, Jakarta, Kamis (20/2/2020).
Mengutip survei JETRO, Ida memaparkan sejak tahun 2015-2019 kenaikan upah di
Indonesia pada sektor manufaktur mencapai US$ 98 setara Rp 1.352.890 (kurs Rp
13.805). Sedangkan Vietnam hanya US$ 51 atau setara Rp 704.055.
"Sementara dengan upah yang naik, tingkat produktivitas Indonesia hanya tercatat
74,4% dibanding Vietnam yang mencapai 80%. Untuk Itu, perusahaan Jepang
berharap agar pemerintah Indonesia bisa melakukan pengendalian upah minimum,"
tambahnya.
Bila kondisi ini dibiarkan, menurut Ida hal tersebut bisa mengancam pengurangan
tenaga kerja di Indonesia.
"LPEM Universitas Indonesia menyatakan bahwa upah minimum provinsi yang naik
Page 87 of 174.

