Page 90 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 FEBRUARI 2020
P. 90

Title          MENAKER: 55,8 PERSEN PERUSAHAAN JEPANG TAK PUAS DENGAN PRODUKTIVITAS TENAGA
                              KERJA RI
               Media Name     kompas.com
               Pub. Date      20 Februari 2020
               Page/URL       https://money.kompas.com/read/2020/02/20/175800826/menaker--55-8-perse n-
                              perusahaan-jepang-tak-puas-dengan-produktivitas-tenaga
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               JAKARTA, - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyebutkan, mayoritas
               perusahaan Jepang yang beroperasi di Indonesia tidak puas dengan kinerja tenaga
               kerja nasional. Produktivitas tenaga kerja nasional dinilai tidak sejalan dengan upah
               yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pernyataan ini ia sampaikan
               mengutip hasil survei yang dilakukan Japan External Trade Organization (JETRO)
               pada 2019.

               "Sebanyak 55,8 persen perusahaan yang disurvei menyatakan ketidakpuasannya
               terhadap produktivitas tenaga kerja Indonesia bila dibandingkan dengan upah
               minimum yang dibayarkan," tutur Ida di Jakarta, Kamis (20/2/2020).

               Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara di Asia Tenggara.
               Dimana rata-rata tingkat ketidakpuasan perusahaan Jepang di negara Asia Tenggara
               hanya mencapai 30,6 persen.

               Bahkan, tingkat ketidakpuasan perusahaan Jepang di Indonesia lebih tinggi
               dibandingkan dengan perusahaan Jepang yang beroperasi di Kamboja.

               "Bahkan di Kamboja sendiri ketidapuasan di Kamboja 54,6 persen," kata dia.

               Ida mencatat, sejak 2015-2019 kenaikan upah di Indonesia pada sektor manufaktur
               mencapai 98 dollar AS. Sedangkan Vietnam hanya 51 dollar AS.

               Sementara dengan upah yang naik, tingkat produktivitas Indonesia hanya tercatat
               74,4 persen dibanding Vietnam yang mencapai 80 persen.

               "Untuk Itu, perusahaan Jepang berharap agar pemerintah Indonesia bisa melakukan
               pengendalian upah minimum," ujarnya.

               Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah berencana melakukan perubahan terkait
               aturan-aturan mengenai upah minimum pekerja.

               Hal tersebut akan dilakukan melalui revisi serta penambahan pasal Undang-Undang
               Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, melalui UU Omnibus Law Cipta
               Kerja.





                                                       Page 89 of 174.
   85   86   87   88   89   90   91   92   93   94   95