Page 326 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 AGUSTUS 2021
P. 326

Program  JKP  tidak  membebankan  iuran  tambahan  bagi  para  peserta  Badan  Penyelenggara
              Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK. Sumber pendanaan program itu
              berasal dari dana program-program jaminan sosial ketenagakerjaan lainnya.

              BPJAMSOSTEK  bertugas  untuk  mengelola  dan  mengembangkan  dana  awal  dari  rekomposisi
              iuran program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm). Terdapat pula
              porsi dana awal dari pemerintah, tetapi alokasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN)
              senilai Rp6 triliun ini belum direalisasikan sehingga dana JKP belum dapat diinvestasikan.

              "Dengan kondisi seperti ini, pada 2022, dana program akan tergerus untuk membayar manfaat
              program JKP kepada peserta yang mengalami pemutusan hubungan kerja [PHK]," tertulis dalam
              Buku II Nota Keuangan dan RAPBN 2022 yang dikutip Bisnis pada Senin (16/8/2021).

              Pemerintah pun memproyeksikan dana program berpotensi semakin insolvent apabila tidak ada
              kendali  dalam  pendanaan  manfaat  pelatihan  kerja  yang  diselenggarakan  oleh  Kementerian
              Ketenagakerjaan.
              Selain itu, dalam dokumen tersebut tertulis bahwa potensi risiko fiskal terhadap ketahanan dana
              program diproyeksikan timbul dari rekomposisi iuran JKK dan JKm yang tidak tercapai sesuai
              target. Lalu, masifnya PHK sebagai dampak pandemi Covid-19 pun akan memperbesar risiko.

              "Dalam hal dampak tersebut berlanjut, diproyeksikan pada 2023 perlu ada intervensi dari APBN
              untuk menyehatkan dana program JKP," tertulis dalam dokumen itu.

              Apabila  kondisi  ekonomi  Indonesia  mengalami  pemulihan  dari  dampak  pandemi  Covid-19,
              potensi risiko fiskal dalam jangka menengah diproyeksikan akan mengecil. Hal tersebut karena
              iuran JKK dan JKm dapat terakumulasi lebih besar, sehingga imbal hasil pengembangan dana
              lebih tinggi dan klaim peserta dapat menurun.

              "Namun, apabila recovery perekonomian tidak kunjung terjadi, deviasi risiko fiskal dalam jangka
              pendek dan menengah akan melebar," tertulis dalam dokumen tersebut.

              Adapun, pelaksanaan program JKP diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) 37/2021 tentang
              Penyelenggaraan Porgam JKP sebagai amanat dari Undang-Undang 11/2021 tentang Cipta Kerja.

































                                                           325
   321   322   323   324   325   326   327   328   329   330   331