Page 130 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 130

Menteri Ketenagakerjaan atau Menaker Ida Fauziyah mengatakan, tidak ada lagi penetapan upah
              minimum berdasarkan sektor alias Upah Minimum Sektoral (UMS). Mulai tahun ini tak ada lagi
              penetapan UMS terbaru.

              "UMS  yang  telah  ditetapkan  sebelum  tanggal  2  November  2020  tetap  berlaku  hingga  UMS
              tersebut berakhir atau UMP/UMK di wilayah tersebut telah lebih tinggi. Dengan demikian UMS
              tetap berlaku dan harus dilaksanakan oleh pengusaha," kata Menaker Ida dalam video virtual di
              Jakarta, Selasa (16/11/2021).

              Lanjutnya, bagi pekerja dengan masa kerja lebih dari 1 (satu) tahun seharusnya menggunakan
              upah aktual atau upah efektif berdasarkan pada struktur dan skala upah (SUSU) di masing-
              masing perusahaan yang bersangkutan. Besaran upah efektif tersebut yaitu mengacu kepada
              struktur dan skala upah.

              "Manakala SUSU sudah diterapkan, maka akan terwujud distribusi upah di atas UM secara adil
              antar jabatan/pekerja dengan berbasis pada kinerja individu dan produktivitas. Dengan demikian
              kenaikan  upah  masing-masing  pekerja/buruh  akan  bergantung  dengan  produktivitas  yang
              dihasilkannya," kata Menaker Inda.

              Dia menambahkan, pengaturan upah pada Usaha Mikro dan Kecil dikecualikan dari ketentuan
              upah  minimm.  Adapun,  upah  pada  usaha  mikro  dan  kecil  disepakati  antara  pekerja/buruh
              dengan pengusaha.

              "Terdapat pengaturan upah terendah yang dapat disepakati pada Usaha Mikro dan Kecil. Yaitu
              sekurang-kurangnya sebesar 50% dari rata-rata konsumsi atau 25% di atas Garis Kemiskinan,"
              tandasnya.

              Berdasarkan simulasi yang dilakukan pihaknya dan BPS, Ida menyampaikan rata-rata kenaikan
              upah minimum secara nasional yaitu mencapai 1,09%. Tentu ini belum jadi angka final, masih
              berupa perhitungan rata-rata, angka kenaikan upah secara pastinya akan ditetapkan oleh kepala
              daerah.

              Lebih lanjut menurut Menaker Ida, Gubernur harus menetapkan UMP paling lambat tanggal 20
              November 2021. Selain itu, setelah Gubernur menetapkan UMK, penentu UMK harus dilakukan
              paling lambat tanggal 30 November 2021 dilakukan setelah penetapan UMP.
              (akr).



























                                                           129
   125   126   127   128   129   130   131   132   133   134   135