Page 176 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 176

MENAKER : KEBIJAKAN PENETAPAN UPAH MINIMUN UNTUK MELINDUNGI
              PEKERJA/BURUH
              Penetapan Upah Minimun (UM)untuk melindungi Pekerja/Buruh.

              Kebijakan UM ini, merupakan salah satu program strategis nasional yang ditujukan sebagai salah
              satu instrumen pengentasan kemiskinan serta serta mendorong kemajuan ekonomi Indonesia
              melalui  pengupahan  yang  adil  dan  berdaya  Penetapan  Upah  Minimum  (UM)  Tahun  2022,
              berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan aturan turunannya PP No. 36
              Tahun 2021 tentang Pengupahan,

              Kebijakan  tersebut  bertujuan  untuk  memberikan  perlindungan  kepada  pekerja/buruh  agar
              upahnya tidak dibayar terlalu rendah akibat posisi tawar mereka yang lemah dalam pasar kerja.

              Penetapan UM ini, merupakan salah satu program strategis nasional yang ditujukan sebagai
              salah  satu  instrumen  pengentasan  kemiskinan  serta  serta  mendorong  kemajuan  ekonomi
              Indonesia melalui pengupahan yang adil dan berdaya saing.

              “UM adalah upah terendah yang ditetapkan oleh pemerintah yang berlaku bagi pekerja/buruh
              dengan masa kerja kurang dari 1 tahun pada perusahaan yang bersangkutan,” kata Menaker
              Ida  Fauziyah  dalam  Konferensi  Pers  secara  Virtual  yang  dipandu  Sekjen  Kemnaker,Annwar
              Sanusi darii kantor Pusat Kemnaker, Jalan Gatot Subroto Jakarta, Selasa (16/11)

              Dijelaskan penetapan UM berdasarkan PP No. 36 Tahun 2021 hanya berdasarkan wilayah, yaitu
              Upah  Minimum  Provinsi  (UMP)  dan  Upah  Minimum  Kabupaten/Kota  (UMK).  Tidak  ada  lagi
              penetapan UM berdasarkan sektor, namun UMS yang telah ditetapkan sebelum 2 November
              2020 tetap berlaku hingga UMS tersebut berakhir atau UMP/UMK di wilayah tersebut telah lebih
              tinggi.

              “Dengan demikian UMS tetap berlaku dan harus dilaksanakan oleh pengusaha,” ujar Ida Fauziyah
              didampingi Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker, Indah Anggoro Putri.

              Sesuai SE Mendagri 561/6393/SJ perihal penetapan UM tahun 2022 kepada seluruh gubernur,
              Ida Fauziyah meminta Gubernur harus menetapkan UMP paling lambat tanggal 21 November
              2021.  Namun  mengingat  21  November  merupakan  hari  libur  nasional maka  penetapan  UMP
              harus dilakukan paling lambat 1 hari sebelumnya, yaitu 20 November 2021.

              “Dalam menetapkan UMK, maka harus dilakukan Gubernur paling lambat tanggal 30 November
              2021 dan dilakukan setelah penetapan UMP,” katanya.

              Ida Fauziyah menegaskan semangat dari formula UM berdasarkan PP Nomor 36 Tahun 2021
              adalah untuk mengurangi kesenjangan UM, sehingga terwujud keadilan antar wilayah. Ia menilai
              keadilan antar wilayah tersebut dicapai melalui pendekatan rata-rata konsumsi rumah tangga di
              masing-masing wilayah.

              Ditambahkan  Menaker,  mencermati  UM  yang  ada  saat  ini  tidak  memili  korelasi  sama  sekali
              dengan  angka  rata-rata  konsumsi,  median  upah  atau  bahkan  tingkat  penganggurannya.
              Contohnya, ada suatu kabupaten dan kota saling bersebelahan namun kabupaten memiliki nilai
              UM hampir 2 kali dari kota.

              “Ada pula, kabupaten dengan angka pengangguran sangat tinggi dan mayoritas penduduknya
              masih bertani, namun karena kabupaten tersebut memiliki wilayah industri sehingga dipaksa
              memiliki nilai UMK yang sangat tinggi,” katanya.





                                                           175
   171   172   173   174   175   176   177   178   179   180   181