Page 183 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 183

bahwa  pengusaha  meminta  agar  UMP  tahun  depan  tidak  ada  kenaikan.  Hal  ini  dikarenakan
              kondisi perekonomian pada masa pandemi Covid-19 masih dalam tahap pemulihan.
              Bahkan  sejumlah  pengusaha  meminta  ke  Plt  Gubernur  Sulsel,  Andi  Sudirman  Sulaiman  agar
              menetapkan  UMP  2022  menjadi  Rp  2.783.289  dengan  dasar  nilai  inflasi  tahun  2021  yang
              mencapai 1,62 persen.

              Angka tersebut mengalami penurunan sekitar Rp400 ribu dari tahun ini jika ditetapkan. Hanya
              saja, serikat pekerja meminta agar UMP tahun berjalan bisa naik hingga 5 persen. Dari yang
              sebelumnya Rp 3.165.876 menjadi Rp 3.324.170.

              Pertimbangan para pekerja itu berdasarkan pada aturan UU no 11 tahun 2020 tentang cipta
              kerja kluster ketenagakerjaan dalam proses gugatan di MK. Kemudian, meningkatkan daya beli
              pekerja, meningkatkan produktivitas, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan tidak semua
              perusahaan terdampak Covid-19.

              “Jadi itu yang bikin alot karena buruh minta naik, perusahaan minta turun,” bebernya.

              Dewan pengupahan kemudian mengeluarkan rekomendasi ke Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman
              Sulaiman. Rekomendasi itu mengatur soal batas atas dan batas bawah jika UMP diputuskan
              mengalami kenaikan atau penurunan. Batas atasnya Rp 3.052.039, sementara batas bawahnya
              Rp 1.526.019. Angka ini seharusnya ditetapkan pada saat penetapan UMP 2021 lalu.

              Batas atas itu didapat dari rata-rata konsumsi per kapita Rp 1.104.097, dikali rata-rata banyaknya
              anggota per rumah tangga 3,87 persen, dibagi rata-rata banyaknya anggota yang bekerja yakni
              1,4 persen, sehingga hasilnya Rp 3.052.039.

              Sementara untuk batas bawah dibagi dua dari rumusan hasil batas atas. Hasilnya Rp 1.526.019.
              Alhasil,  rapat  dewan  pengupahan  yang  dipimpin  oleh  Prof  Rahman  menghasilkan  bahwa  Plt
              Gubernur  harus  menetapkan  UMP  tahun  sebelumnya  sama  dengan  tahun  berikutnya.  Hal
              tersebut sesuai dengan aturan pemerintah nomor 36 tahun 2021 pasal 27 ayat 4.

              “Tapi  keputusan  ada  di  pak  Plt  Gubernur.  Dan  beliau  bilang,  UMP  ini  harus  rasional.  Tidak
              memihak ke pengusaha ataupun buruh. Harus win-win solution,” pungkasnya

































                                                           182
   178   179   180   181   182   183   184   185   186   187   188