Page 309 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 309

PEMPROV SUMSEL PASTIKAN UMP 2022 TIDAK NAIK

              Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memastikan upah minimum provinsi (UMP) 2022 tidak
              naik atau tetap di angka Rp3,14 juta. Keputusan ini disambut baik pengusaha namun ditolak
              kalangan pekerja.

              Kepala  Dinas  Tenaga  Kerja  dan  Transmigrasi  Sumsel,  Koimudin,  menilai  keputusan  itu
              berdasarkan pertimbangan matang dan tetap mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 36
              Tahun 2021 tentang Pengupahan. Pertimbangan juga berdasarkan batas atas dan batas bawah
              upah minimum.

              "UMP tahun depan tidak naik, tetap seperti 2021," ungkap Koimudin, Selasa (16/11).

              Dikatakan,  UMP  2022  nantinya  akan  ditandatangani  dan  diumumkan  oleh  Gubernur  Sumsel
              Herman Deru pada 19 November. Pihaknya berharap semua pihak dapat menerima keputusan
              itu.

              "Setelah ditetapkan akan diumumkan oleh Gubernur Sumsel," ujarnya.

              Ketua  DPD  Asosiasi  Pengusaha  Indonesia  (Apindo)  Sumsel  Sumarjono  Saragih  mengaku
              mendukung penuh keputusan Pemprov Sumsel dan dinilai sesuai dengan formula PP yang ada.
              Pengusaha akan menjalankan keputusan itu setelah memasuki tahun 2022.

              "Perhitungannya sesuai formula, kami dukung dan kami taat regulasi," kata dia.

              Penolakan  datang  dari  kalangan  pekerja,  salah  satunya  dari  Federasi  Serikat  Buruh  (FSB)
              Nikeuba Palembang. Kelompok ini menolak keras keputusan itu dan menolak penandatanganan
              berita acara rapat Dewan Pengupahan Sumsel.

              "Kami  tolak  penggunaan  formula  PP  36  karena  tidak  mewakili  kondisi  buruh,  kami  tolak
              penetapan UMP tahun depan," ungkap Ketua FSB Nikeuba Palembang Hermawan.

              Menurut dia, pemerintah mestinya mempertimbangkan kondisi hidup para buruh. Saat ini buruh
              sedang mengalami kesulitan dengan meningkatnya kebutuhan hidup setiap tahunnya.


              "Harusnya  survei  dilakukan  terhadap  hidup  layak  buruh  bukan  secara  umum.  Mestinya
              mempertimbangkan  kemanusiaan,  itu  salah  satu  elemen  yanh  idealnya  jadi  pertimbangan,"
              pungkasnya.

              [lia].






















                                                           308
   304   305   306   307   308   309   310   311   312   313   314