Page 448 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 448

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumsel, Koimudin, mengatakan
              penyusunan  UMP  tahun  ini  berbeda  lantaran  menggunakan  PP  36  tahun  2021.  "Setelah
              ditetapkan akan diumumkan oleh Gubernur rencananya 19 November nanti," kata dia.

              Ia menjelaskan, formula tersebut berbeda dengan penghitungan UMP tahun sebelumnya. Di
              mana terdapat batas atas dan batas bawah upah minimum.

              PP tersebut juga mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja.
              Dalam  pasal  191  a,  mengamanatkan  upah  minimum  yang  telah  ada  sebagai  baseline  bagi
              penyesuaian (adjusting) nilai upah minimum pada tahun-tahun berikutnya.

              Meski pemerintah dan pengusaha sepakat untuk tidak menaikkan besaran UMP, namun unsur
              pekerja  dalam  Dewan  Pengupahan  menolak  keputusan  itu.  Dalam  rapat  penghitungan  UMP
              tahun  2022,  serikat  pekerja  tidak  menandantangani  berita  acara  rapat  Dewan  Pengupahan
              Sumsel. Alasannya, upah minimum seharusnya berdasarkan atas penghidupan yang layak bagi
              kemanusiaan.
              Unsur pekerja juga menolak penggunaan formula PP 36 lantaran dinilai tidak mencerminkan
              kondisi  buruh  yang  sebenarnya.  Pasalnya,  data  yang  didapat  berdasarkan  survey  penduduk
              secara umum, bukan khusus untuk pekerja. (OL-15)




















































                                                           447
   443   444   445   446   447   448   449   450   451   452   453