Page 513 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 513

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian
              Ketenagakerjaan (Kemnaker) Indah Anggoro Putri mengatakan itu terjadi karena upah minimum
              di 4 provinsi itu pada tahun ini sudah lebih tinggi dari batas atas.

              “Sehingga upah minimum tahun 2022 ditetapkan sama dengan tahun 2021,” kata Indah dalam
              Seminar Terbuka Kemnaker, Senin (15/11) kemarin.

              Ia mengatakan kalau upah dinaikkan, pihaknya khawatir itu justru akan tidak sehat.

              “Keempat provinsi ini nilainya akan sama untuk tahun depan karena pada tahun ini keempat
              provinsi tersebut sudah melebihi batas atas upah minimum. Kalau dinaikkan lagi akan semakin
              melambung, itu tidak bagus, ga boleh ya,” ujarnya.

              Dengan kebijakan itu, Indah mengatakan upah minimum di Sumatra Selatan akan tetap Rp3,14
              juta, Sulawesi Utara Rp3,31 juta, Sulawesi Selatan Rp3,16 juta, dan Sulawesi Barat Rp2,67 juta.
              Selain  itu,  Indah  mengatakan  untuk  upah  daerah  lain  akan  naik.  Rata-rata  kenaikan  upah
              mencapai 1,09 persen, atau jauh dari permintaan buruh yang menuntut 10 persen.

              Daerah dengan UMP tertinggi masih dipegang oleh DKI Jakarta sebesar Rp4,4 juta. Sementara
              itu, daerah dengan UMP terendah dipegang oleh Jawa Tengah sebesar Rp1,81 juta.

              “Rata-rata penyesuaian upah minimum adalah 1,09 persen,” katanya.
















































                                                           512
   508   509   510   511   512   513   514   515   516   517   518