Page 521 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 521

Secara terpisah, Wakil Ketua Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) RI Adi Mahfudz Wuhadji
              menilai tuntutan tersebut tidak realistis. Sebab dalam ketentuan yang baru, buruh tidak bisa
              meminta kenaikan upah dengan melakukan survei pasar sendiri.

              Sebagai  informasi,  kenaikan  upah  minimum  pekerja  saat  ini  telah  diatur  dalam  Peraturan
              Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Sehingga PP Nomor 78 Tahun
              2015 tentang Pengupahan sudah tidak lagi berlaku.

              Menurut  Direktur Pengupahan  Kemenaker,  Dinar  Titus  Jogaswitani  mengatakan  bahwa  upah
              minimum  yang  ditetapkan  nantinya  tidak  berlaku  bagi  usaha  mikro  dan  kecil  (UMK).  Jadi,
              penentuan  upah  minimum  bagi  pekerja  pada  UMK  sudah  pasti  sesuai  kesepakatan  antara
              pemberi kerja atau pengusaha dengan para pekerjanya.

              "Upah minimum dikecualikan bagi usaha mikro dan kecil. Artinya, bagi usaha mikro dan kecil
              tidak wajib melaksanakan upah minimum. Kecuali memenuhi ketentuan, yang pertama, bagi
              usaha  mikro  kecil  ditetapkan  berdasarkan  kesepakatan  antara  pengusaha  dengan
              pekerja/buruh," kata Dinar pada kesempatan yang sama, seperti dikutip dari kompas.com, Senin
              (15/11).

              Adapun UMK yang dikecualikan dari upah minimum, kata dia, tidak bergerak di bidang teknologi.
              "Selanjutnya, usaha mikro dan kecil yang dikecualikan dari upah minimum adalah yang masih
              mengandalkan sumber daya tradisional dan tidak bergerak di bidang teknologi," imbuh dia.

              Selain kesepakatan, ada perhitungan untuk menentukan menentukan upah yang dibayarkan bagi
              pekerja UMK, yakni berdasarkan rata-rata konsumsi serta angka kemiskinan di tiap provinsi,
              kabupaten dan kota. *











































                                                           520
   516   517   518   519   520   521   522   523   524   525   526