Page 543 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 543

besarnya. Prinsip kehati-hatian itu dilakukan pemerintah dalam upaya memenuhi Program JHT
              di tengah peningkatan jumlah perusahaan yang merugi dan PHK yang meningkat.
              "Besarnya manfaat JHT ditentukan berdasarkan akumulasi iuran yang telah disetorkan ditambah
              hasil pengembangannya, " kata Menaker, Ida Fauziyah dalam raker dengan Komisi IX DPR di
              Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/11/2021).

              Menurutnya,  sesuai  PP  Nomor  46  Tahun  2015  pasal  22  disebutkan  manfaat  sebagian  dapat
              diberikan  apabila  peserta  telah  memiliki  kepesertaan  10  tahun  untuk  mempersiapkan  masa
              pensiun dan paling banyak 30 persen dari jumlah JHT untuk kepemilikan perumahan, 10 persen
              untuk keperluan lain dengan sumber dana dari individual account.

              Berdasarkan  Pasal  25  dinyatakan,  peserta  JHT  juga  memperoleh  MLT  berupa  fasilitas
              pembiayaan perumahan dan/atau manfaat lain dengan pembiayaan dari dana investasi JHT.
              Besaran pembiayaan diatur dalam PP Nomor 25 Tahun 2015.

              "Pasal  32  menyatakan  hak  atas  JHT  sebagaimana  diatur  dalam  PP  ini  tidak  dapat
              dipindahtangankan, digadaikan, atau disita sebagai pelaksana putusan pengadilan," katanya.

              Dalam raker yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR, Emanuel Melkiades Laka Lena (Fraksi
              Partai Golkar), Ida Fauziyah menambahkan, pihaknya siap melaksanakan Inpres Nomor 2 Tahun
              2021 tentang optimalisasi pelaksanaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek). Antara lain,
              pertama,  evaluasi,  pengkajian,  dan  penyempurnaan  regulasi  program  Jamsosnaker.  Kedua,
              meningkatkan  pengawasan  dan  pemeriksaan  kepatuhan  kepada  pemberi  kerja  terhadap
              program Jamsosnaker.

              Ketiga, memastikan pemohon pengurusan maupun perpanjangan izin di bidang ketenagakerjaan
              merupakan  peserta  aktif  dalam  program  Jamsosnaker.  Keempat,  melakukan  deseminasi  dan
              pelayanan pendaftaran serta pembayaran program Jamsosnaker bagi Pekerja Migran Indonesia.
              Kelima, mendorong peserta pelatihan vokasi menjadi peserta aktif dalam program Jamsosnaker.
              Ida Fauziyah menambahkan, sesuai Inpres Nomor 2 Tahun 2021, para gubernur, bupati/wali
              kota  diminta  menyusun  dan  menetapkan  regulasi  serta  mengalokasikan  anggaran  untuk
              mendukung pelaksanaan Jamsosnaker di wilayahnya. Kedua, mengambil langkah-langkah agar
              pekerja penerima upah (PU) maupun pekerja bukan penerima upah (BPU), termasuk Non ASN,
              pekerja penyelenggara Pemilu terdaftar sebagai peserta aktif dalam program Jamsosnaker.

              Ketiga, kepada Pemda provinsi agar meningkatkan pembinaan dan pengawasan dalam rangka
              meningkatkan kepatuhan pelaksanaan program Jamsosnaker. Keempat, melakukan upaya agar
              seluruh Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) mensyarakan kepesertaan aktif dalam program
              Jamsosnaker sebagai salah satu syarat kelengkapan dokumen perizinan.

              Dirut BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo menegaskan, kasus klaim JHT Agustus 2021
              sebesar 1,74 juta, masih di bawah jumlah kasus Desember 2020 total sebesar 2,52 juta.
              "Kalau  secara  rerata,  yang  mengajukan  klaim  per  bulan  mengalami  penurunan.  Ini  kabar
              baiknya, karena  berarti sudah  safe  and  clean.  Secara  nominal  dan  jumlah  klaim  juga  sudah
              menurun," ujar Anggoro.

              Ia menambahkan, nominal klaim JHT Agustus 2021 yang dibayarkan sebesar Rp 26,13 triliun
              dibandingkan nominal klaim JHT Desember 2020, sebesar Rp 32,56 triliun, menurut Anggoro,
              mengalami penurunan.






                                                           542
   538   539   540   541   542   543   544   545   546   547   548