Page 558 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 558

Judul               UMK Pekanbaru Tahun 2022 Diprediksi Naik
                Nama Media          halloriau.com
                Newstrend           Upah Minimum 2022
                Halaman/URL         https://www.halloriau.com/read-pekanbaru-155279-2021-11-16-umk-
                                    pekanbaru-tahun-2022-diprediksi-naik.html
                Jurnalis            redaksi
                Tanggal             2021-11-16 14:02:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 10.000.000
                News Value          Rp 30.000.000
                Kategori            Ditjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Positif



              Ringkasan

              Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Pekanbaru prediksi Upah Minimum Kota (UMK) tahun
              2022 naik. Hal itu seiring dengan telah ditetapkannya Upah Minimum Provinsi (UMP) Riau yang
              naik 1,7 persen. Kadisnaker Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan, bahwa pihaknya dalam
              waktu dekat akan membahas UMK Pekanbaru bersama dewan pengupahan.



              UMK PEKANBARU TAHUN 2022 DIPREDIKSI NAIK

              PEKANBARU - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Pekanbaru prediksi Upah Minimum Kota
              (UMK)  tahun  2022  naik.  Hal  itu  seiring  dengan  telah  ditetapkannya  Upah  Minimum  Provinsi
              (UMP) Riau yang naik 1,7 persen. Kadisnaker Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan, bahwa
              pihaknya dalam waktu dekat akan membahas UMK Pekanbaru bersama dewan pengupahan.

              "Kami akan rapat, kami sudah menerima surat, sebelum akhir november. Tapi rencana kami
              rapatnya kamis lusa bersama dengan dewan pengupahan sekaligus memutuskan (UMK)," ujar
              Jamal, Selasa (16/11/2021).

              Dikatakannya penetapan UMK sekarang berbeda dengan tahun lalu. Tahun lalu UMK ditetapkan
              melalui survei, dan sekarang terpengaruh oleh inflasi.
              "Mereka menggunakan data BPS, jadi besok kita dengarkan saja. Tapi kalau kita lihat, kita baca
              di pusat naik satu sekian persen, di provinsi juga naik 1,7 persen karena orang itu memakai data
              BPS," katanya.

              Meski begitu, pihaknya masih perlu pembahasan yang rencananya akan dilakukan pada Kamis
              lusa.

              "Kalau melihatnya, ada kenaikan iya. Berapa naiknya nanti kita rapatkan, lihat hasil BPS nya,
              karena nanti BPS nya akan memaparkan. Dalam rapat nanti akan dihadiri juga oleh perwakilan
              buruh," terangnya. "Kemungkinan naik. Kalau melihat dari pusat, provinsi ini kan naik semua,"
              sambungnya. Penulis: Rahmat Hidayat Editor: Satria.


                                                           557
   553   554   555   556   557   558   559   560   561   562   563