Page 566 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 566

Ida juga mengklaim bahwa formula upah di PP justru bisa memacu upah minimum di wilayah-
              wilayah yang saat ini upahnya relatif rendah. Dengan begitu, upah di wilayah tersebut tidak tenis
              berada di batas bawah rata-rata upah nasional.

              "Kemudian juga kita terus harus mengendalikan atau menahan laju pertumbuhan upah minimum
              di  wilayah-wilayah  yang  capaian  upah  minimumnya  relatif  tinggi  dibandingkan  rata-rata
              konsumsi wilayah tersebut," terangnya

              Maka dari itu, pemerintah turut membuat batas atas dan batas bawah upah di wilayah yang
              bersangkutan. Tapi, formula batas atas dan bawah ini tidak sama dengan aturan yang lama.

              Batas atas dan batas bawah kita perkenalkan sekali lagi untuk mengurangi kesenjangan upah
              minimum wilayah sehingga terwujudnya keadilan antar wilayah. Jadi nanti kalau yang atas sudah
              tinggi naik terus sama antara yang bawah ini naik tapi tidak bisa mengejar, tidak akan pernah
              ketemu pada titik yang ideal," tuturnya.

              Kemnaker memberi sinyal, upah minimum pada 2022 nanti kemungkinan besar hanya akan naik
              rata-rata 1,09 persen.

              "Kenaikan Itu, jauh dari harapan buruh yang menuntut kenaikan sampai dengan 10 persen"
              tukasnya.

              Penetapan UMP pusat ini pun mempengaruhi daerah. Bahkan awal bulan lalu, Gubernur Olly
              Dondokambey sudah memastikan jika UMP Sulut 2022 naik 4 persen.
              Di sisi lain, Ekonom Sulut Dr Robert menilai undang-undang 11/2020 tentang Cipta Kerja (UU
              Cipta Kerja) dan peraturan turunannya yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021
              tentang Pengupahan  harus  dan  akan  menjadi  acuan  dalan  perhitungan  dan penetapan  UMP
              2022. ''Dalam peraturan tersebut upah minimum ditetapkan berdasarkan formulasi dari kondisi
              ekonomi  dan  ketenagakerjaan  yang  meliputi  pertumbuhan  ekonomi  daerah  dan  inflasi,''
              ungkapnya.

              Dia melanjutkan, kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan yang menjadi indikator ada-lah paritas
              daya  beli,  tingkat  penyerapan  tenaga  kerja.  "Untuk  penetapan  UMP  ini  gubernur  wajib
              menetapkan setiap tahun," terangnya. Lanjutnya, jika mengacu pada indikator pertumbuhan
              ekonomi dan inflasi maka kenaikan UMP Tahun 2022 belum terlalu signifikan untuk naik "Dimana
              secara nasional Tingkat inflasi tahun kalender Januari sampai dengan September 2021 sebesar
              0,80 persen sedangkan dari Inflasi, Kota Manado Laju inflasi sampai dengan September 2021
              sebesar 1,21 persen," paparnya.

              Lanjut  dia,  kenaikan  upah  tenaga  kerja  sesungguhnya  akan  menekan  daya  beli  yang  akan
              mendorong konsumsi masyarakat secara umum untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi.

              'Dalam penetapan UMP tentunya akan diperhadapkan pada dua kepentingan yakni kepentingan
              pekerja dan pengusaha yang tentunya dua kepentingan ini harus disatukan agar penetapan UMP
              dapat di terima kedua belah pihak, juga dengan mempertimbangkan dengan daya tarik investor
              menanamkan dananya di daerah ini," imbuhnya

              Akademisi FEB Unima Ini mengatakan, jika harga tenaga kerja mahal dan tidak diikuti dengan
              produktivitas bisa menjadi halangan dan pertimbangkan investor sementara jika harga tenaga
              kerja mahal di daerah, ini bisa menjadi daya tarik tenaga kerja luar daerah untuk masuk. "Namun
              demikian kalaupun UMP naik yang terpenting adalah produktivitas tenaga kerja," jelas dia.

              Dia melanjutkan, penetapan UMP jangan terjebak pada apa yang ekonom istilahkan dengan Ilusi
              uang  atau  money  illusion  dimana  sesungguhnya  kenaikan  nilai  nominal  upah  naik  tanpa

                                                           565
   561   562   563   564   565   566   567   568   569   570   571