Page 570 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 570
Judul UMP 2022 Diprediksi Tak Naik, Ini penjelasan Plt Kadisnaker Sulsel
Nama Media mediasulsel.com
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL https://www.mediasulsel.com/ump-2022-diprediksi-tak-naik-ini-
penjelasan-plt-kadisnaker-sulsel/
Jurnalis redaksi
Tanggal 2021-11-16 12:41:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 7.500.000
News Value Rp 22.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
neutral - Tautoto Tana Ranggina (Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan
transmigrasi () Sesuai rumus, tidak naik. Dia tetap. Tetapi hasil rapat dengan dewan pengupahan
ada rekomendasikan yang kita berikan ke plt Gubernur
negative - Tautoto Tana Ranggina (Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan
transmigrasi () Jadi itu yang bikin alot karena buruh minta naik, perusahaan minta turun
negative - Tautoto Tana Ranggina (Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan
transmigrasi () Tapi keputusan ada di pak Plt Gubernur. Dan beliau bilang, UMP ini harus rasional.
Tidak memihak ke pengusaha ataupun buruh. Harus win-win solution
Ringkasan
Pekerja atau buruh di Sulawesi Selatan diminta bersabar. Upah Minimum Provinsi atau UMP
tahun 2022 tidak mengalami kenaikan. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan
transmigrasi (Kadisnaker) Sulsel, Tautoto Tana Ranggina mengatakan, sesuai rumus
pengupahan, kenaikan UMP tahun 2021 ternyata lebih tinggi dari batas atas. Akibatnya tahun
ini tidak mengalami kenaikan sesuai arahan dari Kementerian Ketenagakerjaan.
UMP 2022 DIPREDIKSI TAK NAIK, INI PENJELASAN PLT KADISNAKER SULSEL
MAKASSAR —Pekerja atau buruh di Sulawesi Selatan diminta bersabar. Upah Minimum Provinsi
atau UMP tahun 2022 tidak mengalami kenaikan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan transmigrasi (Kadisnaker) Sulsel, Tautoto
Tana Ranggina mengatakan, sesuai rumus pengupahan, kenaikan UMP tahun 2021 ternyata
lebih tinggi dari batas atas. Akibatnya tahun ini tidak mengalami kenaikan sesuai arahan dari
Kementerian Ketenagakerjaan.
569

