Page 636 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 636

Judul               UMP 2022 naik Rata-rata hanya 1,09 Persen
                Nama Media          Padang Ekpress
                Newstrend           Upah Minimum 2022
                Halaman/URL         Pg8
                Jurnalis            Jpg
                Tanggal             2021-11-16 10:31:00
                Ukuran              165x188mmk
                Warna               Hitam/Putih
                AD Value            Rp 51.975.000

                News Value          Rp 155.925.000
                Kategori            Ditjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Positif




              Narasumber
              neutral - Indah Anggoro Putri (Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker) Bukan berarti setiap provinsi
              naik 1,09 persen

              negative - Timboel Siregar (Sekjen Organiasi Pekerja Seluruh Indonesia) Sementara nilai infla'a
              di atas 1 persen. Maka dipastikan daya beli buruh, pekerja dan keluarganya akan menurun. Upah
              buruh/pekerja tergerus inflasi

              positive - Timboel Siregar (Sekjen Organiasi Pekerja Seluruh Indonesia) Kondisi ini yang akan
              menjadi lingkaran setan bagi perekonomian provinsi maupun kabupaten dan kota



              Ringkasan

              Tahun depan, pekerja/buruh sepertinya harus kembali gigit jari. Setelah ditetapkan tak naik di
              tahun 2021, upah minimum provinsi (UMP) tahun depan bakal naik tipis. Rata-rata sekitar 1,09
              persen.



              UMP 2022 NAIK RATA-RATA HANYA 1,09 PERSEN

              Tahun depan, pekerja/buruh sepertinya harus kembali gigit jari. Setelah ditetapkan tak naik di
              tahun 2021, upah minimum provinsi (UMP) tahun depan bakal naik tipis. Rata-rata sekitar 1,09
              persen.

              Angka  tersebut  diperoleh  dari  per  hitungan  besaran  UMP  2020  yang  dilakukan  Kementerian
              Tenaga  Kerja  (Kemenaker)  merujuk  PP  36/2021  tentang  pengupahan.  Di  mana,  formula
              perhitungan  tak  lagi  mengacu  pada  inflasi  dan  pertumbuhan  ekonomi  seperti  PP  78/  2015.
              Namun, menggunakan 10 data ekonomi dan ketenagakerjaan dari BPS dengan kirmu la khusus
              dalam PP 36/ 2021. Perhitungan juga bisa diIakukan melalui kalkulator upah minimum yang ada
              pada laman http://wagepedia.kemnaker.ga.id/.




                                                           635
   631   632   633   634   635   636   637   638   639   640   641