Page 637 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 637

Direktur jenderal Pembinaan Hubungin Industrial dan jaminan Sosial Tenaga Kerja (Ditjen PHI
              JSK) Kemenaker Indah Anggoro Putri menuturkan, angka 1,09 persen tersebut merupakan rata-
              rata dari semua provinsi. "Bukan berarti setiap provinsi naik 1,09 persen," ujarnya dalam seminar
              terkait UMP 2022 secara daring, kemarin (15/11).

              Empat provinsi bahkan tidak akan mengalami kenaikan UMP di tahun depan. Hal ini lantaran,
              nilai UM 2021 lebih tinggi dari batas atas upah minimum. Sehingga, sesuai dengan PP 36/2021
              maka UM 2022 ditetapkan sama dengan UP 2021. Keempat provinsi i tu, yakni Sumatera Selatan
              Rp 3.144.446, Sulawesi Utara Rp 3310.723, Sulawesi Selatan Rp 3165.876, dan Sulawesi Barat
              Rp2.678.863.

              Selain kenaikan rata-rata UMP 2022, diperoleh pula sejumlah data statistik lainnya. Diketahui,
              UMP 2022 tertinggi dipegang deh DKI Jakarta Rp 4.453.724. Sementara, untuk perhitungan UMP
              2022 terendah adalah Jawa Tengah sebesar Rp 1.813.011. Sedangkan, untuk UM kabupaten/
              kota (UMK) tertinggi di Kota Palu Nilai kenaikannya sebesar Rp 174.840. untuk nilai kenaikan
              UMK terendah yakni Kabupaten Radang Lawas Utara sebesar Rp 277.

              Kemudian,  dari  seluruh  provinsi  di  Indonesia,  yang  pertumbuhan  ekonominya  paling  tinggi
              adalah Maluku Utara dengan kenaikan 12,76 persen. Sementara, untuk pertumbuhan ekonomi
              terendah ialah Bali -5,83 persen. Untuk data inflasi, daerah dengan tingkat inflasi tertinggi adalah
              Bangka Belitung sebesar 3,29 persen dan terendah Papua -0,40 persen.

              Adapun, untuk UMP 2022 ini akan ditentukan oleh masing-masing gubernur di dap provinsi paling
              lambat 21 November2021. Sedangkan deadline penetapan UMK pada 30 November2021. "Jadi
              tidak benar kalau upah minimum ditetapkan oleh Kemenakei;" tegasnya. Putri menambahkan,
              UM ini berlaku untuk pekerja yang telah bekerja kurang dari 12 bulan. Adapun pekerja yang
              sudah bekerja lebih dari satu tahun, maka besaran upahnya ditetapkan berdasarkan struktur
              upah masing-masing perusahaan.

              Terpisah, Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (Opsi) Timboel Siregar menilai, kenaikan
              UMP yang terlalu kecil bisa berdampak pada daya beli pekerja/buruh. Dikhawatirkan, daya beli
              pekerja/buruh bakal semakin tergerus di tengah pandemi Covid-19 yang sudah berjalan lebih
              dari 1,5 tahun

              Karenanya,  diharapkan  para  gubernur  bisa  menetapkan  UMP/UMK  sesuai  dengan  kondisi  di
              wilayahnya Sebab, para gubernur jika harus memikirkan konsumsi masyarakat di wilayahnya
              sehingga daya beli pekerja/buruh pun akan membaik "Yang pada akhirnya akan mendukung
              pertumbuhan ekonomi di wilayahnya" ucapnya

              Tahun lalu pun, sejumlah gubernur menetapkan UMP/UMK tidak mengikuti SE Menaker Salah
              satunya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menaikkan UMP 2021 sebesar 5,65
              persen  atau  menjadi  Rp  1.868.000.  Angka  tersebut  termasuk  yang  tertinggi  di  Indonesia.
              Namun, lanjut dia, bila para gubernur dipaksa mengikuti rumus-rumus di PP No 36 Tahun 2021,
              maka bisa dikatakan kewenangan mereka di UU Gpta Kerja dikerdilkan deh PP No36 Tahun 2021.
              Gubernur hanya sebagai "tukang stempel" saja.

              Selain itu, Timboel menilai, jika variabel-variabel yang ada dalam rumus penetapan UMP/UMK di
              analisis  rata  -rata  konsumsi  per  kapita  cenderung  akan  turun.  Sementara,  rata-rata  jumlah
              anggota keluarga dan rata-rata jumlah anggota keluarga yang bekerja setiap tahunnya tidak
              berubah  secara  signifikan.  Kondisi  ini  akan  menyebabkan  nilai  Batas  Atas  (BA)  akan  relatif
              cenderung turun.
              Nilai BA yang relatif tu run akan berdampak pada kenaikan UMP/UMK yang berada di bawah nilai
              inflasi. Simulasi kenaikan UMP/UMK 2022 yang telah terpublikasi pun menunjukkan kenaikan


                                                           636
   632   633   634   635   636   637   638   639   640   641   642