Page 83 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 83

SERIKAT PEKERJA DESAK GUBERNUR GUNAKAN HAK DISKRESI NAIKAN UMP 2022

              Serikat  pekerja  meminta  gubernur  atau  kepala  daerah  menggunakan  kewenangannya  untuk
              menaikan upah minimum (UM) tahun depan di atas nilai rata-rata nasional sebesar 1,09 persen
              yang ditetapkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

              Sekretaris  Jenderal  Organisasi  Pekerja  Seluruh  Indonesia  (OPSI)  Timboel  Siregar  beralasan
              Undang Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja memberi kewenangan sepenuhnya
              kepada kepala daerah untuk menetapkan nilai kenaikan UM di daerahnya.

              Selain itu, Timboel berpendapat kenaikan UM yang ditetapkan oleh Kemenaker lebih rendah dari
              nilai inflasi.

              "Kami meminta gubernur menaikan upah minimum di atas nilai inflasi karena jika harga barang
              meningkat sementara kenaikan pendapatan di bawah harga barang artinya ada pergerusan nilai
              upah riil," kata Timboel melalui sambungan telepon, Selasa (16/11/2021).

              "Dengan peningkatan upah riil kenaikan upah di atas inflasi maka akan mendorong daya beli
              masyarakat,  akan  mendorong  barang  dan  jasa  lebih  cepat  lagi  di  suatu  wilayah  sehingga
              mempercepat proses produksi yang baru," kata dia.

              Pemerintah pusat mengancam bakal memberhentikan secara permanen gubernur atau kepala
              daerah yang tidak mengikuti formulasi penghitungan UM sesuai dengan Peraturan Pemerintah
              (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan yang menjadi turunan Undang Undang Nomor
              11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

              Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  mengatakan  sanksi  itu  diambil  untuk  memastikan
              program strategis nasional ihwal UM dapat ditaati oleh setiap daerah. Harapannya, kata Ida,
              penetapan UM yang mengacu pada formula baku dalam PP itu dapat menciptakan iklim usaha
              yang berdaya saing dan kondusif bagi pengusaha.

              Ida memerinci sanksi administrasi itu di antaranya teguran tertulis, pemberhentian sementara
              hingga  pemberhentian  permanen.  Adapun,  landasan  hukum  dari  sanksi  itu  tertuang  dalam
              Undang Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

              "Ketentuan penetapan upah minimum ini adalah program strategis nasional," kata dia.

              Kementerian Ketenagakerjaan mengungkap kenaikan rata-rata upah minimum provinsi (UMP)
              pada  2022  sebesar  1,09  persen.  Angka  ini  diperoleh  dengan  menggunakan  formulasi
              penghitungan  baru  yang  mengacu  pada  Peraturan  Pemerintah  No.  36/2021  tentang
              Pengupahan.

              "Rata-rata penyesuaian upah minimum [2022] 1,09 persen. Saya tidak bilang bahwa ini upah
              minimum  provinsi,  ini  rata-rata  penyesuaian  upah  minimum  tahun  depan,"  kata  Putri  dalam
              Seminar Terbuka Proses Penetapan Upah Minimum 2022 secara daring, Senin (15/11/2021).

              Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia.













                                                           82
   78   79   80   81   82   83   84   85   86   87   88