Page 25 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 01 JULI 2020
P. 25

Data  Kementerian  Ketenagakerjaan  per  27  Mei  menunjukkan  ada  1,75  juta  pekerja  yang
              terdampak. Mereka adalah orang-orang yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK)
              dan dirumahkan.

              Pemutusan hubungan kerja menjadi jalan terakhir yang diambil sebagian usaha yang bisnisnya
              terimbas Covid-19. Tak pandang bulu, aksi PHK pun dipilih oleh perusahaan berstatus dekakom
              sekelas Gojek.



              SAAT EFISIENSI MINIM KOMUNIKASI

              Dampak  ekonomi  yang  ditimbulkan  pandemi  Covid-19  tak  bisa  disangkal.  Tak  hanya
              mengakibatkan  roda  bisnis  tersendat,  wabah  ini  membuat  jutaan  pekerja  kehilangan  mata
              pencarian.

              Iim F. Timorria

              Data  Kementerian  Ketenagakerjaan  per  27  Mei  menunjukkan  ada  1,75  juta  pekerja  yang
              terdampak. Mereka adalah orang-orang yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK)
              dan dirumahkan.

              Pemutusan hubungan kerja menjadi jalan terakhir yang diambil sebagian usaha yang bisnisnya
              terimbas Covid-19. Tak pandang bulu, aksi PHK pun dipilih oleh perusahaan berstatus dekakom
              sekelas Gojek.

              Kabar ini mengemuka pekan lalu kala Gojek secara resmi melakukan PHK pada 430 karyawan
              atau 9% dari total karyawannya. Kebanyakan dari mereka berasal dari divisi yang berkaitan
              dengan layanan GoLi-fe dan GoFood Festival, yang bakal resmi ditutup bulan ini.
              Meski  perusahaan  besutan  Nadiem  Makarim  itu  telah  memberi  jaminan  dukungan  bagi
              karyawannya yang terimbas PHK, kecurigaan soal hak-hak pekeija yang tak terpenuhi tetap
              mengemuka.

              Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan PHK terhadap
              430  orang  pekerja  Gojek  telah  melanggar  Undang-Undang  Nomor  13  Tahun  2003  tentang
              Ketenagakerjaan.

              Menurut  Said,  manajemen  hanya  melakukan  sosialisasi  dan  pemberitahuan  kepada  pekerja
              terkait dengan penutupan layanan Golife dan GoFood Festival.

              Hal ini disebutnya melanggar Pasal 151 Ayat (1) yang menyebutkan bahwa pengusaha, pekerja,
              dan  pemerintah  dengan  segala  upaya  harus  mencegah  terjadinya  PHK.  Selain  itu,  Gojek
              dinilainya tidak melakukan perundingan dengan karyawan dan meminta izin kepada lembaga
              penyelesaian perselisihan hubungan industrial (PHI).

              Seharusnya, PHK yang dilakukan tanpa izin dari lembaga penyelesaian hubungan industrial batal
              di mata hukum.

              Selanjurnya, dalam kasus PHK yang tidak dapat dihindari, pengusaha wajib membayar uang
              pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang ganti rugi yang nilainya sebesar 15% dari
              uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja sebagaimana diatur dalam Pasal 156.

              Co-CEO Gojek Andre Soelistyo dalam surat elektronik kepada karyawannya mengemukakan,
              pekerja yang terdampak akan menerima pesangon minimum gaji 4 pekan ditambah dengan
              tambahan 4 pekan gaji untuk setiap tahun lamanya bekerja.

                                                           24
   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30