Page 30 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 01 JULI 2020
P. 30

neutral - Hariman Satria (Akademisi Fakultas Hukum Universitas Muham-mdiyah Kendari) Hanya
              tinggal pengawasan pemerintah kita. Apakah pemerintah mau mengawasi ketat alih teknologi,
              pekerja lokal, dan menyaring betul pekerja asing yang datang di Sultra?



              Ringkasan
              Kedatangan  ratusan  pekerja  asing  asal  Republik  Rakyat  China  ke  Sulawesi  Tenggara  terus
              mendapat gelombang penolakan dari masyarakat. Polemik pekerja asing ini memantik sumbu
              kekecewaan akan sengkarut permasalahan tambang. Aksi penolakan hanya puncak gunung es
              dari permasalahan yang terjadi.

              Pserta aksi merapatkan barisan di depan kantor Imigrasi Kelas I Kendari, Sulawesi Tenggara.
              Terik  sinar  matahari,  Senin  (29/6/2020)  siang,  menaungi  massa  yang  menolak  kedatangan
              ratusan pekerja asal China. Di sela kepulan asap hitam dari ban bekas yang dibakar, mereka
              menggelar aksi shalat jenazah dengan replika keranda mayat di depannya.



              PEKERJA ASING DAN KELINDAN TRAUMA TAMBANG DI SULTRA

              Kedatangan  ratusan  pekerja  asing  asal  Republik  Rakyat  China  ke  Sulawesi  Tenggara  terus
              mendapat gelombang penolakan dari masyarakat. Polemik pekerja asing ini memantik sumbu
              kekecewaan akan sengkarut permasalahan tambang. Aksi penolakan hanya puncak gunung es
              dari permasalahan yang terjadi.

              SAIFUL RIJAL YUNUS

              Pserta aksi merapatkan barisan di depan kantor Imigrasi Kelas I Kendari, Sulawesi Tenggara.
              Terik  sinar  matahari,  Senin  (29/6/2020)  siang,  menaungi  massa  yang  menolak  kedatangan
              ratusan pekerja asal China. Di sela kepulan asap hitam dari ban bekas yang dibakar, mereka
              menggelar aksi shalat jenazah dengan replika keranda mayat di depannya.

              "Jadi kita melakukan shalat jenazah di sini sebagai simbol matinya pengawasan pekeija asing di
              Imigrasi Kendari," kata Awal Rafiul, koordinator aksi, kepada rekan-rekannya.

              Puluhan orang dari Aliansi Persatuan  Mahasiswa Pemuda Sultra Bergerak menggelar aksi di
              kantor Imigrasi Kelas I Kendari. Mereka menuntut agar pihak Imigrasi membatalkan kedatangan
              ratusan pekerja asing di Sulawesi Tenggara.

              Awal  menuturkan,  kedatangan  pekerja  asing  melukai  perasaan  masyarakat  yang  sedang
              berjuang melawan pandemi Covid-19. Sekian lama warga bergulat dengan pandemi Covid-19
              agar  tidak  tertular  dan  menambah  deretan  kasus.  Namun,  saat  belum  ada  normal  baru,
              pemerintah  malah  membuka  pintu  kedatangan  para  pekerja  asing.  Data  Gugus  Tugas
              Percepatan  Penanganan  Covid-19  Sultra,  jumlah  kasus  positif  346  kasus  dengan  6  orang
              meninggal, 117 masih dirawat, dan 221 telah sembuh.

              Selain itu, tutur Awal, sejumlah permasalahan terkait peketja asing membelit dua perusahaan
              tersebut. Terakhir Maret lalu, 49 pekeija asing tiba dengan memakai visa kunjungan, bukan visa
              kerja.

              "Imigrasi tidak berbuat apa-apa dengan hal ini. Kami menuntut agar kedatangan tahap kedua
              pekeija asing ini dibatalkan," kata Awal. Gelombang penolakan kedatangan pekerja China di
              Sultra memang terus terjadi.



                                                           29
   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35