Page 4 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 01 JULI 2020
P. 4

Selasa (30/6). Aksi tersebut mendesak Pemprov Jabar segera menerbitkan Surat Keputusan
              (SK) Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK).

              Sekretaris  Jenderal  Konfederasi  Kongres  Aliansi  Serikat  Buruh  Indonesia  (KASBI),  Sunamo
              menyampaikan,  SKUMSK  merupakan  aturan  yang  telah  dijanjikan  pemerintah.  Menurutnya,
              kebijakan  tersebut  penting  segera  diteken  Gubernur  guna  menjaga  pengaturan  upah  buruh
              tetap sesuai dengan kebutuhan hidup layak di wilayah masing-masing.

              "Kami menuntut kembali SKupah sektoral yangpernah dijanjikan. SK ini penting untuk buruh.
              Misalnya, buruh di wilayah Karawang atau Bekasi yang telah ada upah sektoralnya, kalau tidak
              menggunakan ketentuan upah sektoral, maka upah mereka akan jadi kecil, tidak sesuai dengan
              kebutuhan hidup layak di daerah tersebut,"katanya kepada Radar Bandung.

              Aksi  tersebut,  kata  Sunarno,  juga  menyoroti  dampak  pandemi  terhadap  buruh,  seperti  gelo
              mbang PHK besar-besaran, banyaknya buruh yang dirumahkan tanpa upah, pembayaran upah
              yang tak utuh, serta pembayaran THR yang dicicil. Hingga saat ini, ujar Sunarno, persoalan itu
              tak sedikit yang belum selesai.

              Persoalan  lain,  masih  berkenaan  dengan  penolakan  Omnibuslaw.  Sejumlah  aturan  yang
              terhimpun di dalamnya, dinilai merugikan kaum buruh, petani, nelayan, masyarakat adat serta
              mengancam kelestarian alam karena eksploitasi. Sunarno pun menyesalkan, DPR yang seolah
              bermain di tengah wabah dengan terus menggenjot pembahasan Omnibuslaw di masa pandemi
              Covid-19.

              "Kami  menuntut  kepada  pemerintah  dan  DPR  untuk  membatalkan  omnibuslaw  secara
              keseluruhan," tegas Sunarno. Dalam aksi tersebut, sejumlah perwakilan buruh diterima untuk
              beraudiensi di Ruang Malabar, Gedung Sate, oleh Wakil Gubernur (Wagub) Jabar Uu Ruzhanul
              Ulum Namun, hingga audiensi selesai, Uu tak tampak mendatangi massa buruh.

              Koordinator  Aliansi  Buruh  Jabar  Ajat  Sudrajat  menyampaikan,  berdasarkan  hasil  no-tulensi
              audiensi dengan Wagub, dalam minggu ini Pemprov Jabar akan segera menetapkan UMSK 2020.

              Pihak  Pemprov  Jabar  berjanji  akan  segera  memanggil  pihak  Asosiasi  Pengusaha  Indonesia
              (Apindo),  serta  pihak  perusahaan  lainnya  untuk  membicarakan  lebih  lanjut  proses  UMSK
              tersebut Disampaikan, proses lanjutan dari hasil audiensi akan terus dikawal oleh buruh.

              Dalam hal ini, Dewan Pengupahan Provinsi Jabar didesak untuk memplenokan  rekomendasi
              UMSK yang sudah disampaikan oleh bupati/walikota di sejumlah wilayah.

              Jika tidak, aksi serupa dengan massa jauh lebih besar akan ditujukan kepada Disnaker Jabar
              Selain itu, Ajat mengatakan, sejumlah tuntutan lain yang telah disampaikan secara langsung
              kepada Uu, di antaranya, mendesak Pemprov membuat regulasi pelindung agar perusahaan
              tidak mudah melakukan PHK buruh dengan alasan Covid-19.

              Namun, jika PHK terjadi, maka pemerintah diminta mewajibkan perusahaan untuk membayar
              upah  secara  penuh  serta  pesangon  sesuai  ketentutan  yang  berlaku.  "Kami  minta  kepada
              Pemprov berperan aktif membantu buruh yang terdampak. Bagi buruh yang di PHK kami minta
              sembako, untuk butuh yang masih bekerja kami minta APD," pungkasnya.

              (muh/b)

              Photo Caption:

              UNJUK RASA: Ratusan buruh dari berbagai organisasi di Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa
              di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (30/6).


                                                            3
   1   2   3   4   5   6   7   8   9