Page 89 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 01 JULI 2020
P. 89
Sedangkan, ratusan pekerja lainnya tidak lagi bekerja karena kondisi perusahaan yang sudah
tidak sehat sebelum adanya pandemi Covid-19, habis kontrak maupun indisipliner.
"Ada 1.019 tidak berhentikan kerja dari data 61 perusahaan yang lapor. Itu yang terbagi, yang
karena Covid itu 500, sisanya karena faktor lain," kata Ika, di Bekasi, pada Selasa (30/6/2020).
Ika menjelaskan sejumlah perusahaan tumbang karena Covid-19 karena kondisinya sudah tidak
baik sebelumnya.
Sehingga ketika terjadi Covid-19, buruknya kondisi perusahaan itu jadi terlihat.
"Kalau menurut saya sih akhirnya covid sangat berdampak karena memang sebelumnya
perusahaan bermasalah, jadi ada ketidakseimbangan gali lubang tutup lubang begitu covid jadi
terkuak, ya otomatis tumbang," ucapnya.
Faktor lain yang membuat perusahaan tumbang dan harus melakukan PHK pekerjanya karena
sulit dalam melakukan produksi. Sebab, bahan baku berasal dari negara lain bahkan China.
"Ya gitu aja sangat memprihatinkan, kan ada karena misalnya masalah bahan bakunya dari
negara lain, ada dari China. Sehingga masuk barang kesini agak susah, berawal dari situ.
"Lalu ada beberapa juga ada yang tutup juga karena kondisi perusahaan sudah tidak sehat,"
beber dia.
Ika menambahkan Disnaker juga langsung mendata para pekerja yang di PHK itu. Sehingga
diharapkan ketika kondisi kembali normal dapat disalurkan untuk bekerja kembali.
"Sekarang ini kan perlahan mulai membaik, ya semoga saja ya. Bertahap, ini aja dari hampir
seribu yang di rumahkan baru mulai masuk lagi bertahap," paparnya. (MAZ).
88

