Page 93 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 01 JULI 2020
P. 93
Berdasarkan data diperoleh tribunjambi.com dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bungo,
jumlah karyawan yang terdampak sebanyak 231 orang.
Anna Lukita, Kepala Disnakertran Bungo menyampaikan bahwa karyawan yang terdampak
tersebut dari berbagai sektor baik bidang jasa dan usaha.
"Data per awal Juni 2020, Pemutusan hubungan kerja (PHK) sebanyak 146 orang, dirumahkan
85 orang, totalnya sebanyak 231 orang dari 58 perusahaan," ujarnya kepada Tribunjambi.com,
Selasa (30/6/2020).
Dikatakannya, buruh yang terdampak tersebut banyak di bidang jasa dan usaha yang
diakibatkan pandemi Covid-19 . Sehingga perusahaan yang melakukan pengurangan pekerja.
"Sebanyak 231 yang PHK dan dirumahkan ini dari segala sektor, tapi yang paling banyak dari
sektor jasa dan usaha," katanya.
Ditambahkannya, pekerja yang dirumahkan itu ada yang masih menerima gaji 50 persen.
Mereka (dirumahkan) masih berstatus pegawai perusahaan tapi tidak bekerja secara fisik tetapi
secara administrasi masih terdaftar.
Namun setelah pandemi Covid-19 tersebut selesai maka perusahaan akan mempekerjakan
mereka kembali.
Sementara untuk pesangon pekerja yang di PHK tersebut dikatakan Anna perusahaan telah
berkoordinasi dengannya terkait prosesnya.
Sehingga kecil kemungkinan hak pekerja atas pemutusan tersebut tidak disalurkan oleh
perusahaan.
Sebab hal itu juga sudah berulangkali diimbau oleh Disnakertran untuj disalurkan.
Dia mengaku bahwa sejauh ini pekerja yang di PHK itu menerima pesangon atas hak mereka.
Sebab tidak ada aduan terkait perusahaan yang tidak memberikan pesangon.
"Besar kecilnya tergantung perundingan antara perusahaan dan pekerja di internal. Untuk
selama ini belum ada yang melaporkan belum menerima hak nya setelah di PHK," tandasnya.
Menyikapi hal tersebut, Wakil Bupati Bungo, H. Safrudin Dwi Aprianto meminta kepada Dinas
terkait untuk terus memantau setiap perusahaan yang melakukan pemangkasan pekerja.
"Ini harus dipantau karena setiap pekerja ada hak. jangan sampai diberhentikan secara
sepihak," tegasnya.
Apri, sapaan akrab Wabup Bungo juga akan menyerahkan data-data pekerja tersebut kepada
Tim Gugus Covid-19 Kabupaten Bungo , Pihak Kecamatan dan Pemerintahan Dusun agar bisa
dimasukkan dalam daftar penerima bantuan langsung tunai (BLT) dan bantuan lainnya.
"Data kita bukan hanya orang miakin saja tetapi orang yang terdampak langsung akibat Covid-
19 ini," ucapnya Selain itu, Pemerintah daerah akan selalu berupaya untuk menyambungkan
para pekerja yang di PHK agar bisa kembali bekerja di perusahaan.
"Tugas kita menyambungkan antara pekerja dan perusahaan nanti ketika ada peluang akan kita
usulkan," tegasnya..
92

