Page 113 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 SEPTEMBER 2019
P. 113
Bahkan Carmi nekat untuk merubah tahun lahirnya agar segera dapat berangkat
bekerja di Arab Saudi. Carmi yang sebenarnya kelahiran 1971 merubah tahun
kelahirannya 13 tahun lebih tua, yakni menjadi 1958.
Wanita asal Cirebon itupun akhirnya berangkat ke penampungan sementara TKW
untuk menunggu giliran diberangkatkan ke negara tujuan bekerja.
Ilyas yang tak rela anaknya pergi bekerja sebagai TKW tersebut menyusul sang
anak ke Jakarta. Tempat anak gadisnya di tampung sebelum diberangkatkan ke luar
negeri.
Tepatnya enam bulan setelah anaknya melangkah keluar dari rumah mereka di
Cirebon. Namun upaya yang dilakukan Ilyas sia-sia, sebab malam hari sebelum Ilyas
sampai ke tempat penampungan tersebut, anaknya telah terbang menuju Arab
Saudi.
Carmi berangkat ke Arab Saudi pada tahun 1987 atau satu tahun setelah lulus SD.
Tiga tahun pertama ia bekerja di Arab Saudi, Carmi sempat berkirim surat ke
Indonesia dan mengabarkan bahwa ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga di
Arab Saudi.
Berbarengan dengan surat tersebut Carmi berjanji mengirim uang untuk orang
tuanya. Di surat pertamanya ke Indonesia tesebut, ia sempat meminta dikirimkan
foto kedua orangtuannya untuk pengobat rindu ketika ia mengingat orang yang ia
kasihi tersebut.
Tak cuma foto, Carmi juga sempat meminta terasi khas dari daerahnya untuk
dikirim ke Arab Saudi. Itulah kali terakhir keluarga mendapatkan kabar dari Carmi.
Itulah kali terakhir keluarga mendapatkan kabar dari Carmi.
Hingga tahun ke tujuh anak pertama dari 10 bersaudara tersebut, keluarga tak
mendengar kabar darinya lagi.
Pihak keluarga bahkan kehilangan kotan dan berupaya mendatai perusahaan serta
KBRI di Jakarta.
Ternyata perusahaan penyalur tenaga kerja yang memberangkatkan Carmi telah
tutup dan bangkrut.
Ilyas juga sempat mendatangi kediaman Sarkum, tetangga yang memberangkatkan
Carmi menjadi TKW.
Sampai berniat untuk melaporkan kehilangan Carmi ke polisi, namun niat mereka
dicegah oleh tetangganya tersebut.
Upaya keluarga tak sampai disitu, hanya untuk memulangkan sang anak pertama,
Ilyas dan Warniah menjual harta benda hanya untuk sekedar mengetahui
keberadaan putri pertama mereka.
Page 112 of 136.

