Page 114 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 SEPTEMBER 2019
P. 114
40 ton stok garam di gudang, ternak kambing dan sebagian harta mereka relakan
demi untuk memulangkan sang anak.
Bahkan rumah mereka sempat akan digadai agar anaknya kembali ke pangkuan
mereka.
“Berjuta-juta. Apa maning kie, apan diborek-kaken, borek-kaken engko sedina-dina
bocah apan tinggal ning endi? (apa lagi ini rumah, mau digadaikan. Kalau digadai,
nanti sehari-hari anak-anak mau pada tinggal dimana?),” kata Warniah, dikutip
Sosok.ID dari Kompas.com.
Tahun 1995, keluarga sempat menemui jalan terang.
Carmi sempat terlacak oleh pihak keluarga, melalui Sofiyudin, salah satu anggota
keluarga mengakui sempat berkomunikasi dengan Carmi.
Bahkan mereka sempat mendapatkan foto Carmi bersama majikan dan pihak
kedutaan Arab Saudi.
Namun, Pil pahit harus mereka telan kembali. Lagi, Carmi menghilang tanpa kabar
setelah tahun 1995 tersebut.
"Setelah itu terus ga ada informasi apa-apa hingga saat ini,” ungkap Sofiyudin,
dikutip dari Kompas.com.
Senin (5/8/19), kabar haru sekaligus bahagia didapat oleh keluarga pasangan Ilyas
dan Warniah. Sadullah, petugas KBRI Riyadh mengabarkna bahwa rumah majikan
Carmi sudah ditemukan.
Pihak Atase Tenaga Kerja KBRI Riyadh telah mengumpulkan infomasi mengenai
Carmi untuk mencari keberadaan Carmi di Arab Saudi sejak Juli 2019.
Dilansir dari akun Instagram KBRI Riyath, @KBRI_Riyadh, pada awal Agustus
keberadaan Carmi terlacak oleh pihak KBRI Riyadh, berada 400 km dari ibu kota
Arab Saudi.
Dengan usaha dan bantuan dari pihak pemerintahan Arab Saudi, akhirnya KBRI
Riyadh bisa membawa Carmi keluar dari rumah majikan yang 31 tahun ia telah
mengabdi sebagai pembantu rumah tangga.
Saat keluarga berkomunikasi via video call setelah 31 tahun tak bertemu, tangis
haru pun pecah dari Ilyas yang saat ini telah berusia 85 tahun.
Tinggal selama 31 tahun di Arab Saudi membuat Carmi tak dapat berbahasa
Indonesia bahkan juga tak dapat berbahasa daerah Cirebon.
Carmi berkomunikasi dengan keluarga dibantu oleh pihak KBRI Riyadh.
Page 113 of 136.

