Page 54 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 SEPTEMBER 2019
P. 54

Title          KISAH CARMI, TKW YANG DIANGGAP HILANG DI ARAB, 31 TAHUN TAK DIGAJI, LUPA
                              BAHASA SENDIRI
               Media Name     tribunnews.com
               Pub. Date      04 September 2019
               Page/URL       https://www.tribunnews.com/regional/2019/09/04/kisah-carmi-tkw-yang-di anggap-
                              hilang-di-arab-31-tahun-tak-digaji-lupa-bahasa-sendiri
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive

               KISAH CARMI, TKW YANG DIANGGAP HILANG DI ARAB, 31
               TAHUN TAK DIGAJI, LUPA BAHASA SENDIRI


               -  Pada tahun 1988,  Carmi  yang masih berusia 17 tahun berangkat ke Arab Saudi
               melalui PT Umah Sejati Alwidah Jaya Sentosa, Jakarta.

                Gadis yang tinggal di kawasan Pesisir Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon,
               ingin seperti tetangga-tetangganya yang menjadi  TKW  , yakni bisa membangun
               rumah serta memperbaiki ekonomi keluarganya.

                Carmi adalah anak pertama dari 10 bersaudara dari pasangan Ilyas dan Warniah.

               Ilyas, ayah kandung  Carmi  melarang anak gadisnya berangkat ke Arab Saudi.
               Namun keinginan  Carmi  tidak bisa dibendung. Bahkan usia  Carmi  dituakan.
               Tahun kelahiran  Carmi  yang seharusnya 1971 diubah menjadi 1958 atau 13 tahun
               lebih tua.

               6 bulan setelah  Carmi  keluar rumah, Ilyas berusaha menyusul anak gadisnya ke
               penampungan di Jakarta. Namun, upaya yang dilakukan Ilyas sia-sia, karena malam
               harinya,  Carmi  sudah terbang ke Arab Saudi.

               Carmi berangkat ke Arab Saudi pada tahun 1987 atau satu tahun setelah lulus SD. 3
               tahun setelah kepergian, Carmi mengirimkan surat ke keluarganya. Dia berkabar
               bahwa dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga di sebuah keluarga di Arab
               Saudi. Carmi  pun berjanji akan mengirimkan uang.


               Di surat pertamanya,  Carmi  meminta foto Ilyas dan Warniah serta foto keluarga
               lainnya. Bahkan  Carmi  pun sempat meminta dikirimkan terasi khas daerahnya.

               PT tutup dan tetangga yang memberangkatkan meninggal

               Sejak kedatangan surat pertama, kabar  Carmi  semakin kabur. Tahun ke-7,
               keluarga kehilangan kontak dan berupaya mendatangi perusahaan dan  KBRI  di
               Jakarta. Sayangnya, perusahaan yang memberangkatkan tutup dan bangkrut.

               Keluarga pun beberapa kali mendatangi Sarkum, tetangga yang memberangkatkan
               Carmi. Keluarga saat itu berniat melaporkan kehilangan  Carmi  ke polisi, namun
               niat tersebut dicegah oleh Sarkum. Hingga Sarkum meninggal dunia, jejak  Carmi  di
               Arab Saudi belum ditemukan. Namun Ilyas tetap berusaha agar anak pertamnya
               pulang.







                                                       Page 53 of 136.
   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59