Page 55 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 SEPTEMBER 2019
P. 55
Ia mendatangi sejumlah pihak yang mengaku bisa memulangkan Carmi. Namun
upaya itu tidak gratis. Warniah dan suaminya, Ilyas menjual lebih dari 40 ton stok
garam di gudang, menjual kambing, dan menjual sebagian hartanya. Bahkan
Warniah menyebut, suaminya sempat ingin menggadaikan harta satu-satunya yang
mereka miliki, yakni rumah.
"Berjuta-juta. Apa maning kie, apan diborek-kaken, borek-kaken engko sedina-dina
bocah apan tinggal ning endi? (apa lagi ini rumah, mau digadaikan. Kalau digadai,
nanti sehari-hari anak-anak mau pada tinggal dimana?)," kata Warniah.
Jejak Carmi sempat terlacak pada tahun 1995. Sofiyudin, salah satu anggota
keluarga mengaku keluarga sempat berkomunikasi dengan Carmi. Mereka juga
mendapatkan foto Carmi bersama majikannya dan bersama pihak kedutaan Arab
Saudi.
"Setelah itu terus ga ada informasi apa-apa hingga saat ini," ungkap Sofiyudin.
Keluarga sujud syukur saat Carmi ditemukan Senin (5/8/2019), Sadullah petugas
KBRI Riyadh mengabari keluarga Carmi bahwa rumah majikan Carmi sudah
ditemukan. Namun pihak KBRI tidak dapat langsung menjemput dan
memulangkan Carmi ke Indonesia.
Saat ini Carmi sudah berhasil dikeluarkan dari rumah majikannya dan sudah
berada di Kantor KBRI Riyadh, untuk menjalani masa pemulihan sebelum
dipulangkan ke tanah air.
Saat video call dengan Carmi , keluarga di Cirebon menangis haru. Ilyas sang ayah
yang sudah berusia 85 tahun mengaku masih ingat betul wajah anak pertamanya
yang puluhan tahun dia cari.
Selama 31 tahun tinggal di Arab Saudi, Carmi sudah tidak bisa berbahasa
Indonesia, termasuk bahasa daerah Cirebon. Carmi yang berkomunikasi dibantu
dengan petugas KBRI, mengaku sudah tidak ingat wajah keluarganya, termasuk
nama anggota keluarga lainnya.
Untuk meyakinkan, Ilyas meminta petugas KBRI, Sadullah memperlihatkan jari
manis kaki kiri milik Carmi. Ada tanda lahir Carmi yang sama persis seperti Eti, adik
kandung Carmi.
"Baka beli percaya, sikile todokaken. Ditodokakek iya bener. Pada gemuyu kabeh.
Iya ana lima jerijie, tapi sijie cilik. Tanda lahire kue. Pada bae ning kene, ning eti.
(Kalau tidak percaya tunjukan kakinya. Setelah ditunjukan benar. Pada tertawa
semua. Iya, jari jemarinya ada lima, tapi satunya pendek. Tanda lahirnya Carmi .
Sama seperti di sini, sama Eti)," kata Ilyas, yang sulit berbahasa Indonesia kepada
Kompas.com.
Page 54 of 136.

