Page 74 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 SEPTEMBER 2019
P. 74
Misalnya saja, dalam hal keuangan. Selain mengirimkan dana segar ke keluarga di
Malang namun para pekerja juga harus menyimpan sebagian uang mereka sendiri.
Dengan catatan, harus menggunakan nama pribadi.
"Jadi jangan dikirimkan semua melainkan dikirim sebagian. Sebagiannya disimpan
sendiri sebagai pegangan di negara orang. Selain itu misalkan ada saudara yang
akan meminjam uang, jangan ATM-nya yang diberikan, tapi sampeyan yang ambil
uangnya ke bank dan baru kirim ke family di rumah. Kan di sana ada bank," beber
Yoyok.
Menurut Yoyok, para pekerja migran dari Kabupaten Malang harustetap menjaga
hati dan kesetiaan dengan pasangannya di tanah air. Pasalnya, sudah kerap terjadi
ditinggal bekerja di luar negeri justru rumah tangga di Malang terganggu bahkan
berujung pada perceraian.
Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyaratan (Lapas) Wanita Klas IIA Sukun
Malang, Ika Yusanti yang turut hadir dalam kesempatan kali itu berpesan, agar para
PMI berhati-hati dalam hal bahaya pengaruh narkoba. Bahkan harus menghindari
barang haram itu.
"Jangan sampai berurusan dengan hokum karena terjerat narkoba di negara orang,"
tegas Ika.
Ika berpesan agar para PMI lebih berhati-hati. Terutama ketika akan pulang ke
tanah air. Dia meminta agar para pekerja migran dengan tegas menolak jika ada
orang yang berpura-pura atau modus menitipkan barang di bandara dengan alasan
bagasi.
"Jadi walau orang Indonesia sendiri alasan akan nitip barang karena bagasinya
nggak cukup, jangan diterima. Harus berani menolak. Karena tidak jarang ini
merupakan jebakan," ujar Ika.
Page 73 of 136.

