Page 165 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 OKTOBER 2021
P. 165
Ringkasan
Nasib buruk dialami tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Polewali Mandar (Polman),
Sulawesi Barat (Sulbar) di Malaysia. Ia terancam eksekusi mati karena terjebak oleh sindikat
Narkoba Internasional. TKW bernama Sappeami berusia 35 tahun disangka membawa satu
kilogram sabu. Kini keluarga menanti dan berharap bantuan dari pemerintah agar Sappeami lolos
dari hukuman mati.
SAPPEAMI, IBU ENAM ANAK YANG JADI TKW DI MALAYSIA TERANCAM HUKUMAN
MATI, BEGINI KISAHNYA
POLMAN - Nasib buruk dialami tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Polewali Mandar
(Polman) , Sulawesi Barat (Sulbar) di Malaysia. Ia terancam eksekusi mati karena terjebak oleh
sindikat Narkoba Internasional.
TKW bernama Sappeami berusia 35 tahun disangka membawa satu kilogram sabu. Kini keluarga
menanti dan berharap bantuan dari pemerintah agar Sappeami lolos dari hukuman mati.
Keluarga Sebut Sappeami Hanya Korban Sappeami adalah warga Desa Landi Kanusuan,
Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polman.
Orangtua korban Bicci (60) tahun mengatakan, anaknya tersebut merupakan korban sindikat
internasional. Karena kondisi ekonomi, ia dimanfaatkan para pelaku sindikat untuk membawa
narkoba ke Indonesia.
"Ada orang yang titip, kalau bisa lolos akan dikasih uang ratusan juta," ujar Bicci sambil
mengusap air matanya saat ditemui wartawan, Senin (11/10/2021).
Bicci tidak menyangka anaknya akan berurusan dengan penegak hukum di Malaysia. Menurut
Bicci, anaknya ditangkap Kepolisian Malaysia pada bulan lalu.
Ibu enam anak itu ditangkap saat hendak menuju Bandara untuk pulang ke Indonesia karena
rindu kepada anaknya. Ia ditemukan membawa narkoba sebanyak satu kilogram.
Bicci menuturkan sang anak mendapatkan barang haram itu dari seseorang. Seseorang itu
menitip narkoba kepada Sappeami dengan mengimin imini uang ratusan juta.
"Pada saat itu memang butuh uang untuk pulang karena belum dapat gaji , " ucapnya Keluarga
Harap Ada Keringanan Hukuman Bicci (60) warga Desa Kandi Kanusuan, Kecamatan Mapilli,
Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, tak kuasa menahan air matanya.
Ia menangis dan bersedih memikirkan nasib putrinya.
Putrinya terancam dieksekusi mati di Malaysia karena diduga terjebak kasus narkoba.
Anaknya bernama Sappeami berusia 35 tahun ditangkap Polisi Malaysia pada bulan lalu karena
kedapatan membawa narkoba sebanyak satu kilogram.
Narkoba milik seorang yang diduga jaringan internasional yang dititipkan kepada Sappeami
untuk diselundupkan ke Indonesia dengan iming iming uang ratusan juta.
"Ada orang yang titip, kalau bisa lolos akan dikasih uang ratusan juta, " ujar Bicci sambil
mengusap air matanya saat ditemui wartawan, Senin (11/10/2021).
164

