Page 66 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 JUNI 2020
P. 66
positif Covid-19 (sesuai tes PCR), 14 hari dinyatakan sembuh, dan kesembuhan
harus dipastikan dengan dua kali tes PCR yang hasilnya negatif. Sementara itu,
syarat penerima plasma adalah sedang terpapar Covid-19 yang dalam keadaan
berat dan kritis serta memiliki kecocokan antibodi dengan pendonor.
Cita menambahkan, sampai saat ini belum ada satu pun metode penyembuhan
Covid-19 yang paten. Begitu pun dengan terapi plasma. "Treatment ini masih
berdasar research," tuturnya.
Di sisi lain, pemerintah pusat terus menyiapkan pelaksanaan kenormalan baru.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyatakan bahwa kenormalan
baru bukanlah hal yang rumit. Belakangan hal tersebut sudah dilakukan. Misalnya,
soal kebiasaan menggunakan masker, mencuci tangan, dan physical distancing.
"Kebiasaan baru ini adalah sebuah kemestian ketika kita akan beradaptasi dengan
kehidupan bersama Covid-19," ujarnya kemarin (2/6).
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah meminta para
pengusaha merekrut kembali pekerja/buruh yang di-PHK dan dirumahkan
sebelumnya. Langkah itu diharapkan dapat mengurangi pengangguran dan
memperluas kesempatan kerja baru. "Kita harapkan penerapan new normal dapat
menggerakkan roda perekonomian sehingga para pekerja yang ter-PHK dan
dirumahkan bisa diprioritaskan kembali bekerja," ujarnya.
Di sisi lain, masih ada risiko terjadi gelombang kedua. Ketua Laboratorium
Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Pratiwi Sudarmono
menyatakan, ada kemungkinan gelombang kedua karena ada pergerakan luar biasa
saat mudik dan masuknya ABK atau tenaga kerja Indonesia dari luar negeri. Belum
lagi diikuti masyarakat yang mulai mencoba untuk banyak beraktivitas di luar
rumah. "Saya sangat mengerti masyarakat khawatir gelombang kedua. Namun, itu
tidak diikuti dengan perilaku yang baik. Takut gelombang kedua, tapi merasa leluasa
pergi ke sana kemari," katanya.
SARS CoV-2 merupakan virus jenis asam ribonukleat (RNA). Virus dengan jenis itu
selalu melakukan perubahan atau mutasi secara kontinu. "Sehingga bisa saja
berkembang di satu daerah lebih banyak daripada kemarin. Karena tidak ada
pembatasan yang jelas, misalnya tidak ada lagi work from home (WFH). Maka, akan
sendirinya ada kemungkinan tertular itu tinggi," ujarnya.
Page 65 of 126.

