Page 15 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 SEPTEMBER 2021
P. 15

Ketua Pansus I Made Ponda Wirawan menjelaskan, pungutan retribusi TKA ini sangat penting
              bagi Badung yang akan bermanfaat bagi PAD Badung, pembiayaan Diklat Tenaga Kerja Lokal
              agar mampu menyaingi TKA dan mempermudah fungsi pengawasan terhadap TKA di seluruh
              wilayah Badung.

              Rapat  koordinasi  Pansus  Retribusi  Perpanjangan  Pengesahan  Rencana  Penggunaan  Tenaga
              Kerja Asing akan digelar selama tiga kali dengan seluruh elemen terkait. Bila naskah Ranperda
              Retribusi Perpanjangan Pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing sudah final maka
              akan segera disahkan dalam sidang paripurna dan akan segera dikirim ke Provinsi Bali untuk
              mendapatkan persetujuan provinsi.

              Secara umum, menurut Ponda Wirawan, TKA di seluruh Badung akan dipungut retribusi sebesar
              100 dolar perorang perbulan. "Tidak ada perbedaan pungutan bagi seluruh TKA. Artinya, semua
              tarif berlaku sama baik itu manajer, pengawas dan staf biasa. Tarif retribusinya berlaku sama,"
              ujarnya.

              Soal biaya tersebut, apakah ditanggung perusahan atau TKA yang bersangkutan itu menjadi
              ranah internal antara perusahan yang mempekerjakan TKA dengan TKA yang bersangkutan.
              Sampel yang ada di Badung selama ini, perusahan yang mempekerjakan TKA antara lain hotel,
              restoran, dan travel agen. Banyak hotel berbintang di Bali yang mempekerjakan TKA. Begitu pula
              dengan restoran berbintang di Bali.

              Apakah akan ada sanksi bila melanggar? Menurut Ponda Wirawan, DPRD Badung hanya bisa
              melakukan  pengawasan.  Bila  terjadi  pelanggaran  maka  lembaga  eksekutif  yang  memiliki
              kewenangan untuk memberikan sanksi. Untuk kasus TKA, dewan akan memberikan catatan dan
              rekomendasi bila TKA dan perusahan melakukan pelanggaran.

              Untuk TKA akan diberikan catatan dan rekomendasi kepada provinsi dan pihak Imigrasi untuk
              diambil tindakan hukum. Sementara bagi perusahaan bila pelanggaran sangat serius bisa sampai
              dengan  pencabutan  izin  usaha  dan  sanksi  lainnya  sesuai  dengan  ketentuan  peraturan  dan
              perundang-undangan  yang  berlaku.  (OL-13)  Baca  Juga:  BPOM:  Peluang  Jamu  Nusantara
              Terkendala Bukti Empiris




































                                                           14
   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20