Page 84 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 APRIL 2020
P. 84
Title INI SEBAB PHK BURUH TERJADI DI MASA PANDEMI CORONA VERSI KSPI
Media Name kabar24.bisnis.com
Pub. Date 06 April 2020
https://kabar24.bisnis.com/read/20200406/15/1223082/ini-sebab-phk-buru h-terjadi-di-
Page/URL
masa-pandemi-corona-versi-kspi
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal menyebut ada
empat faktor yang menyebabkan munculnya pemutusan hubungan kerja atau PHK
buruh akibat pandemi virus Corona (Covid-19).
Penjelasan tersebut ia sampaikan menanggapi banyaknya pekerja di Jakarta yang
terkena PHK dan dirumahkan tanpa terima upah hari-hari terkahir. Jumlah pekerja
yang terdampak tersebut mencapai 162.416 orang.
Faktor pertama, kata Iqbal, adalah ketersediaan bahan baku di industri manufaktur
yang menipis. Menurut dia, bahan baku tersebut khususnya yang berasal dari impor,
seperti dari negara Cina dan negara lain yang terpapar wabah virus Corona.
"Adapun industri yang akan terpukul adalah labour intensif atau padat karya seperti
tekstil, sepatu, garmen, makanan, minuman, komponen elektronik, hingga
komponen otomotif," kata Iqbal dalam keterangan tertulis, Senin (6/4/2020).
Iqbal mengatakan bahwa berkurangnya bahan baku akan membuat produksi
menurun. Ketika produksi menurun, kata dia, maka muncul potensi terjadi
pengurangan karyawan dengan cara PHK.
Faktor kedua adalah melemahnya rupiah terhadap dolar. Menurut Iqbal, nilai tukar
rupiah sempat melemah hingga 17 ribu per dolar. Jika situasi ini berlanjut, kata dia,
perusahaan padat karya dan padat modal akan terbebani biaya produksi tinggi.
Terutama, perusahaan yang harus membeli bahan baku dari impor.
"Perusahaan membeli bahan baku dengan dollar dan menjual dengan rupiah yang
terus melemah. Ditambah dengan daya beli masyarakat yang menurun tajam,
perusahaan akan kesulitan menaikkan harga jual. Ini akan membuat perusahaan
rugi," kata dia.
Faktor ketiga, menurunnya kunjungan wisatawan ke Indonesia. Iqbal mengatakan
bahwa industri ini sudah terpukul sejak awal. Jumlah pengunjung hotel, restoran,
tempat-tempat wisata, bandara, pelabuhan disebut sudah menurun drastis akibat
Page 83 of 193.

