Page 85 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 APRIL 2020
P. 85
wabah Covid-19. Iqbal berujar, ada kekhawatiran dalam waktu dekat akan terjadi
PHK besar-besaran di industri pariwisata.
"Bahkan sudah banyak pekerja dirumahkan," kata Iqbal.
Faktor terakhir adalah anjloknya harga minyak dan indeks saham gabungan. Akibat
minyak dunia yang anjlok, kata Iqbal, pendapatan Indonesia dari ekspor minyak
mentah juga turun. Dia menyebutkan bahwa minyak mentah dunia jatuh ke level
US$ 30 per barel, jauh dari asumsi harga minyak Indonesia atau ICP dalam APBN
2020 sebesar US$ 63 per barel.
Situasi ini disebut menyebabkan APBN tidak terealisasi. Dampak lebih lanjut, kata
dia, pendapatan negara berkurang maka bantuan sosial juga akan kurang.
"Bisa jadi, biaya menanggulangi Corona pun akan berkurang. Ketika bantuan sosial
dan profit perusahaan berkurang, sementara PHK besar-besaran di depan mata,
nasib buruh akan semakin terpuruk," kata Iqbal.
Selain itu, indeks saham gabungan disebut Iqbal juga terus turun. Perusahaan
domestik, misalnya industri makanan, terancam rugi karena nilai sahamnya turun.
Sebelumnya, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta mencatat
sebanyak 162.416 pekerja terkena PHK dan dirumahkan tanpa menerima upah atau
unpaid leave akibat imbas virus Corona.
"Jumlah orang yang di PHK dan dirumahkan itu berasal dari 18.045 perusahaan,"
ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Andri
Yansyah kepada Tempo pada Ahad malam, 5 April 2020.
Dari jumlah itu, Andri menjelaskan bahwa 132,279 orang di antaranya dirumahkan
tanpa menerima upah oleh 14,697 perusahaan. Sedangkan 30,137 orang di PHK
oleh 3,348 perusahaan. Andri berujar, data tersebut merupakan rekapitulasi laporan
para pekerja yang melapor ke Dinas hingga 4 April 2020.
Page 84 of 193.

