Page 86 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 APRIL 2020
P. 86
Title CEGAH GELOMBANG PHK, KSPI USULKAN 7 POIN KE PENGUSAHA DAN PEMERINTAH
Media Name kompas.com
Pub. Date 06 April 2020
https://nasional.kompas.com/read/2020/04/06/12464851/cegah-gelombang-p hk-kspi-
Page/URL
usulkan-7-poin-ke-pengusaha-dan-pemerintah
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia ( KSPI) Said Iqbal mengusulkan
tujuh poin kepada pengusaha dan pemerintah agar tak terjadi gelombang
pemutusan hubungan kerja ( PHK) buruh di tengah wabah Covid-19.
Said mengatakan saat ini merupakan momentum yang tepat untuk menurunkan
biaya produksi dari perusahaan swasta dengan meliburkan buruh, tetapi tetap
membayar upah penuh.
"Supaya produksi tetap jalan, bisa libur bergilir. Sehingga ada penghematan listrik,
katering, dan sebagainya. Toh, omset juga sedang turun," ujar Said dalam
keterangan tertulis, Minggu (5/4/2020).
Kedua, pemerintah mengendalikan kebijakan fiskal dan moneter agar nilai tukar
rupiah tidak semakin melemah dan indeks saham gabungan tidak anjlok.
Ketiga, jika masalahnya adalah bahan baku yang tidak tersedia karena negara
pemasok melakukan lockdown karena corona, pemerintah segera membuat regulasi
berupa kemudahan impor bahan baku.
Hal itu dilakukan sepanjang bahan baku tersebut tidak tersedia di Indonesia,
khususnya untuk industri padat karya.
Said mencontohkan, misalnya dengan menerapkan bea masuk impor nol rupiah dan
tidak ada beban biaya apapun kepada barang impor.
"Karena bisa jadi, dalam situasi sulit ini, industri akan mencari bahan baku dari
negara yang belum terkena corona," terang dia.
Keempat, memberikan bantuan berupa dana secara tunai kepada buruh, pengemudi
transportasi online, dan masyarakat kecil lainnya.
Penerapan itu seperti yang dilakukan di Inggris.
Di sisi lain, dengan penerapan tersebut juga akan membantu dunia usaha karena
sebagian dari upah pekerja disubsidi oleh pemerintah.
Kelima, memberikan insentif kepada industri pariwisata, retail, dan industri lain yang
tedampak.
Page 85 of 193.

