Page 35 - Berita Omnibus Law Cipta Kerja 17-18 Februari 2020
P. 35

Title            MENTERI IDA TEPIS BAKAL HAPUS UPAH MINIMUM & PESANGON

               Media Name       Rakyat Merdeka
               Page/URL         6

               Journalist       Qar
               Article Type     Photo News

               Pub. Date        2020-02-18

               Newstrend        OMNIBUS LAW
               Size/Color       542 / Color

               Category &       Corporate / Kementerian Ketenagakerjaan / Positive
               Sentiment

               Summary

               Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  menilai,  penolakan  kaum  buruh  terhadap  draf  Rancangan
               Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja karena masalah mis komunikasi. ''Saya bisa
               mengerti.ada  mis  komunikasi.  Kami  akan  terus  melakukan  sosialisasi,"  ungkap  Ida  di  Istana
               Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

               Quote
               Saya bisa mengerti.ada mis komunikasi. Kami akan terus melakukan sosialisasi

               -- Ida Fauziyah, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker)

               MENTERI IDA TEPIS BAKAL HAPUS UPAH MINIMUM & PESANGON
               MENTERI Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menilai, penolakan kaum buruh terhadap draf Rancangan
               Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja karena masalah mis komunikasi.

               ''Saya bisa mengerti.ada mis komunikasi. Kami akan terus melakukan sosialisasi," ungkap Ida di Istana
               Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

               Ida mengungkapkan, ruang dialog masih terbuka. Pihaknya bersama DPR sepakat akan melakukan
               sosialisasi dan membedah RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja dengan stakeholder antara lain
               dengan pelaku usaha dan buruh.

               Seperti  diketahui,  penolakan  terhadap  RUU  Cipta  Lapangan  Kerja  makin  kencang.  Isi  penolakan
               beredar  luas  di  media  sosial.  Ada  beberapa  poin  penting  ditentang  buruh.  Antara  lain,  pertama,
               hilangnya upah minimum. Indikasi itu terkuak dengan munculnya pembayaran upah per satuan waktu.

               Selain  itu,  upah  hanya  akan  didasari  Upah  Minimum  Provinsi  (UMP)  sehingga  Upah  Minimum
               Kabupaten/Kota (UMK) diprediksi akan hilang. Padahal, UMP tidak dibutuhkan. Karena, selama ini
               pengusaha mengacu pada UMK. Dan. selama ini juga UMK lebih besar dibandingkan UMP.
               Kedua,  masalah  hilangnya  pesangon.  Dalam  RUU  Cipta  Lapangan  Kerja,  pekerjaan  outsourcing
               dibebaskan sebebas-bebasnya sehingga pekerja berpotensi tidak mendapatkan pesangon.
               Selain  itu,  banyak  ketentuan  lama  tentang  hak  pesangon  makin  lemah.  Misalnya,  jika  terjadi
               peleburan/penggabungan sebuah perusahaan, karyawan kena PHK tidak akan diberikan pesangon.
               Dan. ketigasyarat tenaga kerja asing (TKA) yang tidak memiliki keterampilan, semakin mudah bisa
               kerja di dalam negeri.
   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40