Page 541 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 541

Pasalnya, sektor perhotelan merupakan salah satu sektor yang terdampak pandemi Covid-19
              dengan kerugian paling besar, di mana okupansi hotel jatuh hingga level paling bawah.
              Maulana mencatat, pendapatan perhotelan turun 40% selama pandemi.

              Selain itu, demand di sektor pariwisata juga hilang akibat adanya pembatasan pergerakan dan
              aktivitas masyarakat.

              Banyak pelaku pariwisata khususnya hotel dan restoran belum kembali beroperasi dan masih
              mengutamakan untuk bertahan karena pandemi masih berlangsung.
              Ia mengatakan, banyak pelaku usaha di sektor pariwisata yang sudah kehabisan dana cadangan
              untuk mempertahankan operasionalnya, karena pandemi yang sudah berlangsung lebih dari satu
              tahun.

              "Kalau menurut kami, kenaikannya cukup ideal. Tapi untuk sektor pariwisata tidak bisa dipukul
              rata, jadi kami meminta ada toleransi," kata dia.

              Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, pengusaha yang membayar
              karyawan atau buruh di bawah ketetapan upah minimum akan dikenakan sanksi pidana.

              Selain  itu,  sanksi  juga  diberikan  kepada  pemerintah  daerah  yang  tidak  mengikuti  ketentuan
              pengupahan.  Sanksi  yang  diberikan  bisa  berupa  sanksi  tertulis,  pemberhentian  sementara,
              hingga pemberhentian secara permanen.

              Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nnomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

              Penetapan upah minimum tersebut mengacu kepada Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun
              2020 tentang Cipta Kerja, yang kemudian diturunkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor
              36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

              Gubernur harus menetapkan UMP paling lambat 20 November 2021. Adapun, upah minimum
              kabupaten ditetapkan paling lambat 30 November 2021.

              Ida  meminta  para  pemimpin  daerah  dapat  mencermati  kondisi  di  daerahnya  berdasarkan
              indikator makro.
              Data  Badan  Pusat  Statistik  (BPS)  juga  telah  mengumumkan  data  ekonomi  dan  data
              ketenagakerjaan untuk masing-masing wilayah, seperti data pertumbuhan ekonomi, inflasi, garis
              kemiskinan, dan pengangguran terbuka.

              Berdasarkan  hitungan  Asosiasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (ASPEK  Indonesia)  dan
              mempertimbangkan  PP  No.  36  tahun  2021  maka  kenaikan  UMP  tahun  2022  tertinggi  hanya
              sebesar Rp 37.538 dan kenaikan terendah adalah hanya naik Rp 14.032.

              Kenaikan tertinggi ada Di Jakarta dengan melihat UMP tahun ini di kisaran Rp 4.416.186,548.

              Kenaikan  akan  menjadi  sebesar  Rp  4.453.724  dari  sebelumnya  tahun  2021  sebesar  Rp
              4.416.186,548. Artinya hanya naik sebesar Rp 37.538.

              Sementara itu, kenaikan terendah UMP tahun 2022 adalah DIYawa Tengah menjadi sebesar Rp
              1.813.011.  Angka  itu  hanya  naik  sebesar  Rp  14.032  dibanding  UMP tahun  2021  sebesar  Rp
              1.798.979.




                                                           540
   536   537   538   539   540   541   542   543   544   545   546