Page 543 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 543

Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemenaker)  mengungkap  hasil  perhitungan  penyesuaian  nilai
              UMP dan UMK 2022 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan perhitungan
              BPS, rata-rata penyesuaian UMP senilai 1,09%.

              "Data Statistik Upah Minimum secara umum ya, upah minimum terendah akan terjadi DIYawa
              Tengah Rp 1.813.011 dan upah minimum tertinggi akan terjadi di DKI Jakarta Rp 4.453.724.
              Rata-rata  penyesuaian  upah  minimum  1,09%.  Saya  tidak  bilang  bahwa  ini  upah  minimum
              provinsi 2022, ini rata-rata penyesuaian provinsi," kata Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan
              Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Indah Anggoro Putri dalam Seminar Terbuk Proses
              Penetapan Upah Minimum 2022 secara virtual, Senin (15/11/2021).

              Ia menjawab pertanyaan dari berbagai pihak yang mempertanyakan apakah kenaikan UMP itu
              akan naik tahun depan 1,09%.

              "Saya bilang tergantung nanti Gubernur yang menetapkan. Bukan berarti semua provinsi naik
              1,09%. Hati-hati ya memahaminya," jelas dia.
              Melansir  CNBC  Indonesia,  Kamis  (18/11/2021)  kenaikan  UMP  1,09%  sebenarnya  lebih  baik
              ketimbang 2021. Tahun ini, rata-rata UMP di seluruh provinsi adalah Rp 2.684.740,31 per bulan.
              Naik tipis 0,46% dibandingkan 2020.

              Akan tetapi, laju kenaikan UMP memang semakin menurun. Pada masa pemerintahan Presiden
              Joko Widodo (Jokowi) 2015-2021, UMP naik rata-rata 8,66% setiap tahunnya. Jauh lebih rendah
              ketimbang masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang 12,69% per
              tahun.

              Sementara pada masa Presiden Megawati Soekarnoputri 2001-2004, rata-rata UMP naik 21%.
              Kemudian  pada  pemerintahan  Presiden  Abdurrahman  Wahid  1999-2001,  kenaikan  UMP
              mencapai 24,82% saban tahunnya.

              Sedangkan kala pemerintahan Presiden BJ Habibie yang singkat itu (1998-1999), kenaikan UMP
              rata-rata 15,42% per tahun. Jadi kenaikan UMP pada masa pemerintahan Presiden Jokowi sejauh
              ini adalah yang terendah pada era Reformasi.



































                                                           542
   538   539   540   541   542   543   544   545   546   547   548