Page 547 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 547

TAK SEBANDING INFLASI

              Skenario upah minimum provinsi (UMP) 2022 menuai protes kalangan buruh. Jika para gubernur
              menyetujui, kenaikan UMP tak akan lebih dari 1,09% atau tak sampai Rp40.000 dibandingkan
              UMP 2021.

              Ini  merupakan  dampak  dari  penerapan  aturan  penentuan  upah  minimum  baru  berdasarkan
              Peraturan Pemerintah (PP) No. 36/2021 tentang Pengupahan. Dalam beleid itu, penentuan upah
              minimum harus berada pada rentang nilai tertentu antara batas atas dan batas bawah. Artinya,
              gubernur tidak boleh menetapkan upah minimum di atas batas tertinggi.

              Berdasarkan Pasal 26 PP tersebut, batas atas upah minimum dihitung dari rata-rata konsumsi
              per kapita dikalikan rata-rata banyaknya anggota rumah tangga dan dibagi rata-rata banyaknya
              anggota rumah tangga yang bekerja di setiap keluarga.

              Sedangkan batas bawah adalah 50% dari batas atas upah minimum.

              Merujuk aturan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyebut kenaikan UMP
              2022  tak  lebih  dari  1,09%.  Persentase  kenaikan  UMP  bahkan  lebih  rendah  daripada  inflasi
              tahunan Oktober 2021. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi tahun ke
              tahun (Oktober 2021 terhadap Oktober 2020) sebesar 1,66%.

              Sebelumnya,  Direktur  Jenderal  Pembinaan  Hubungan  Industrial  dan  Jaminan  Sosial  Tfcnaga
              Kerja Kemenaker Indah Anggoro Putri mengatakan UMP terendah pada 2022 berada DIYawa
              Tengah  dengan  nominal  Rpl.813.011.  Sedangkan  UMP  tertinggi  di  DKI  Jakarta  dengan  nilai
              Rp4.453.724.

              Kenaikan UMP di dua provinsi itu di bawah 1,09 %. UMP DKI Jakarta hanya naik 0,85% atau
              hanya Rp37.538. Padahal berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK) Oktober 2021, Jakarta
              mengalami inflasi 1,20% terhadap Oktober 2020.

              DIYawa Tengah, kenaikan UMP hanya 0.78% alias Rp14.032 atau lebih rendah daripada harga
              2 liter Pertalite. Padahal inflasi tahunan pada Oktober 2021 mencapai 1,35%.

              Bahkan, Putri mengatakan UMP 2022 di empat provinsi tidak akan naik karena nilainya telah
              melampaui  batas  atas  upah  minimum.  Keempat  provinsi  tersebut  adalah  Sumatra  Selatan
              (Rp3.144.1446), Sulawesi Utara (Rp3.310.723), Sulawesi Selatan (Rp3.165.876), dan Sulawesi
              Barat (Rp2.678.863).
              Kalangan serikat buruh melayangkan protes. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Indonesia
              (KSPI)  dan  berbagai  konfederasi  akan  melakukan  mogok  kerja  selama  tiga  hari  pada  awal
              Desember 2021.

              "Dua juta buruh bakal mogok kerja di ratusan ribu pabrik di 30 provinsi dan ratusan kabupaten/
              kota," ujar Presiden KSPI Said Iqbal melalui kanal Youtube Berita Rakyat, Rabu (17/11/2021).

              Tanggal pasti mogok tersebut masih tentatif dan belum diputuskan oleh gabungan serikat buruh.
              Diperkirakan aksi mogok berlangsung pada 6-8 Desember 2021.

              Sebelum mogok nasional, mogok kerja direncanakan juga di daerah atau mogok daerah.

              Buruh juga akan melaksanakan unjuk rasa di daerah. Unjuk rasa juga akan dilakukan secara
              nasional di Istana Negara, Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, dan Gedung DPR.






                                                           546
   542   543   544   545   546   547   548   549   550   551   552