Page 548 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 548

"Kami  sudah  kehilangan  akal  sehat  terhadap  kebijakan  menteri  ketenagakerjaan  dan  para
              menteri  yang  telah  melakukan  pemufakatan  jahat.  Untuk  jangka  panjang  bukan  naik  upah
              minimum, turun karena ada istilah batas atas dan batas bawah," tuturnya.

              Pihak buruh, kata Said, mempersoalkan istilah batas atas dan batas bawah dalam penghitungan
              upah minimum sebagaimana termuat dalam PP No. 36/2021. Pertama, dia mempertanyakan
              landasan istilah batas atas dan bawah dalam upah minimum.

              "Menaker yang gunakan PP No. 36/2021 itu inkonstitusional, karena istilah batas bawah dan atas
              dalam upah minimum tidak dikenal dalam UU Cipta Kerja. Kok menjilat ludah sendiri. Dasar
              hukum apa yang digunakan Menaker untuk menentukan batas bawah dan batas atas?" ujar
              Iqbal.

              Kedua,  upah  minimum  adalah  jaring  pengaman.  Hal  tersebut  merujuk  kepada  konvensi
              International  Labour  Organization  (ILO).  Karena  itu,  seharusnya  nilai  upah  minimum  hanya
              terdiri atas satu angka dan bukan rentang batas atas dan bawah.
              "Silakan periksa di seluruh dunia. Sebagai ILO governing body, saya tidak pernah menemukan
              batas bawah dan atas di seluruh dunia. Sudah paling minimum, masak ada batas bawah dan
              atas," ujar dia.

              Ketiga, peraturan anyar tersebut dinilai mencederai hukum. Pasalnya, saat ini Undang-undang
              Cipta  Kerja  tengah  digugat  di  Mahkamah  Konstitusi  untuk  uji  formil  dan  materil.  Dengan
              demikian, belum ada keputusan hukum yang tetap untuk UU Cipta Kerja tersebut.

              Berdasarkan  dua  beleid  itu,  kenaikan  upah  minimum  seharusnya  berada  pada  5%-7%.
              Sedangkan berdasarkan tuntutan buruh mencapai 7%-10%. Terakhir, dengan adanya batas atas
              dan batas bawah, KSPI menilai tak ada kenaikan upah minimum pada tahun depan dan justru
              ada penurunan 50%.

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah mengklaim angka kenaikan 1,09% diperoleh
              menggunakan formulasi penghitungan baru mengacu PP No. 36/2021.

              Ida  beralasan  penetapan  batas  atas-bawah  itu  untuk  mengatasi  kesenjangan  pengupahan
              antardaerah. Selain itu, kata Ida, formulasi pengupahan dengan metode baku itu diharapkan
              dapat menjaga stabilitas iklim usaha dalam negeri.

              "Adapun besaran upah minimum saat ini hampir di seluruh wilayah Indonesia sudah melebihi
              median upah bahkan Indonesia satu-satunya negara dengan Kaitz Index lebih besar dari satu di
              mana idealnya berada di kisaran 0,4 sampai 0,6," kilahnya,

              (indra Gunawan/Nyoman Ary Wahyudi/Bisnis)Q




















                                                           547
   543   544   545   546   547   548   549   550   551   552   553