Page 578 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 578

SOAL UMP 2022, LEGISLATOR INGATKAN PEMERINTAH

              Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menyayangkan rendahnya rata-rata kenaikan Upah
              Minimum Provinsi (UMP) 2022 sebesar 1,09 persen. Netty menyindir pemerintah agar tak hanya
              berpihak kepada kepentingan pengusaha.

              "Jangan  hanya  berpihak  pada  kalangan  pengusaha,  tapi  harus  memperhatikan  juga
              kesejahteraan dari para pekerja. Apalagi selama pandemi ini kebutuhan dan biaya hidup terus
              naik," kata Netty dalam keterangan pers, Kamis (18/11).

              Netty meragukan jumlah UMP 2022 dapat mencukupi kebutuhan hidup layak bagi para buruh.
              Menurut  dia,  jumlah  kenaikan  itu  sangat  kecil  sekalipun  diukur  dari  sisi  inflasi  yang  hanya
              merupakan salah satu indikator dalam penentuan upah. "Tingkat inflasi tahunan sampai Oktober
              2021 saja sudah 1,66 persen," ucap Netty.

              Selain itu, Netty mempertanyakan efektivitas metode dan formula pemerintah dalam menyusun
              UMP  2022.  Dia  berharap,  pemerintah  mempertimbangkan  kebutuhan  hidup  layak  dalam
              menentukan UMP 2022.

              "Apakah  pemerintah  sudah  melakukan  survei  terhadap  harga  bahan  pokok  di  pasar?"  sindir
              Netty.

              Netty lalu menyinggung penggunaan UU Cipta Kerja dalam banyak indikator penentuan upah
              justru  tak  berpihak  kepada  buruh.  Oleh  sebab  itu,  dia  pernah  mengutarakan  penolakan  UU
              Ciptaker walau kalah dengan suara mayoritas di parlemen.

              "Katakanlah pemerintah memakai itu (UU Ciptaker). Seharusnya, dalam PP 36/2021 juga ada
              indikator lain seperti tingkat daya beli, tingkat penyerapan tenaga kerja dan median upah. Jadi
              bukan hanya soal inflasi dan pertumbuhan ekonomi saja," ujar politikus dari PKS itu.
              Netty meyakini, pertumbuhan ekonomi akan membaik bila UMP mengalami kenaikan. Sebab,
              kenaikan UMP bakal berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.

              "Jika UMP tidak naik atau bahkan turun maka konsumsi produk masyarakat juga akan menurun,
              sehingga lapangan kerja baru sulit untuk dibuka," tutur Netty.

              Netty juga meminta agar pemerintah meninjau ulang penetapan UMP 2022. Dia mengingatkan
              pemerintah supaya memperhatikan jerita buruh yang belakangan ini kerap menggelar aksi unjuk
              rasa.

              "Saya  meminta  pemerintah  mencarikan  jalan  keluar  terbaik  dengan  bersikap  bijaksana  atas
              berbagai aspirasi pada aksi unjuk rasa pekerja/buruh sehubungan dengan kenaikan UMP," ucap
              Netty.

              Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak keras formula penetapan
              Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022, yang menghasilkan kenaikan UMP sebesar 1,09 persen.
              Bagi KSPI, kebijakan upah murah ini jauh lebih buruk dibanding yang terjadi pada rezim Orde
              Baru-nya Soeharto.

              Sebagai perbandingan, dalam lima tahun terakhir, Upah Minimum selalu naik di atas 3 persen.
              Periode 2017 - 2020, Upah Minimum selalu naik di angka 8 persen lebih. Sedangkan pada 2021,
              tepat ketika pandemi Covid-19 sedang menggila, Upah Minimum naik 3 persen lebih.





                                                           577
   573   574   575   576   577   578   579   580   581   582   583